Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

Guru Butuh Strategi Agar Siswa Lancar Membaca

Workshop Literasi Dasar di Gugus Wawo.

Bima, Bimakini.- Ada empat cirri siswa dianggap sudah lancar membaca. Pertama, dapat dengan otomatis mengenal kata, akurat, cepat dan menggunakan ekspresi yang sesuai atau intonasi.

Kelancaran membaca mempengaruhi kemampuan siswa. Jika ada yang tidak memenuhi empat komponen tersebut, maka belum dianggap lancar, khususnya kelas dasar.

Hal itu disampaikan Fasilitator Daerah (Fasda) Program INOVASI, Furkan, MPd, saat Workshop Literasi Dasar di gugus Wawo, SDN 2 Maria, Sabtu (26/1).

Untuk meningkatkan kemampuan baca siswa, kata dia, maka dapat menggunakan Big Book dengan pola membaca bersama dan pemodelan membaca. Mambaca bersama yakni, guru membacakan cerita untuk siswa di kelas. Memberikan contoh membaca lancer dengan membacakan cerita untuk anak. Ada kalanya siswa melanjutkan kalimat berikutnya dari cerita tersebut. “Media yang dapat digunakan guru adalah Big Book,” ujarnya.

Sedangkan pemodelan membaca, dimana guru membaca satu atau dua kalimat. Anak-anak kemudian membaca ulang kalimat tersebut, sama seperti dilakukan guru.

“Kegiatan ini terus dilakukan hingga guru dan siswa selesai membaca semua kalimat dalam teks tersebut. Media yang dapat digunakan adalah bigbook,” jelasnya.

Guru yang mengikuti kegiatan tersebut, terlihat antusias. Bahkan masing-masing guru mencoba memeraktekkan pola tersebut. Ada yang bertindak sebagai guru dan murid.

Afrin, guru Inpres Kawae, mengaku senang dengan pelatihan yang diadakan Program INOVASI. Menurutnya sangat bagus, karena dapat membangkitkan motivasi siswa, sehingga mudah memahami apa yang diajarkan.

“Materinya bagus. Ada perubahan di siswa. Siswa sekarang antusias,” ujarnya.

Demikian juga pengakuan guru SDN 3 Maria, Raodah. Guru kelas  2 ini mengaku sudah tiga kali mengikuti pelatihan dari INOVASI.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Sangat menarik. Mudah dipahami dan membantu kami sebagai guru,” ujarnya.

Apa yang diterima selama pelatihan sudah diterapkan. “Ada perubahan, siswa lebih aktif,” pungkasnya. (IAN)

Share
  • 32
    Shares
Komentar

Berita Terkait

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Program INOVASI Fase II diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bima melalui Fasilitator Daerah (Fasda) Pembelajaran. Apalagi, ada kelompok siswa...

Pendidikan

Mataram, Bimakini.- Ratusan Mahasiswa dari berbagai Kampus LPTK se-NTB akan turun membantu mendampingi anak-anak dan meningkatkan keterampilan membaca mereka. Kondisi Pendemi yang membuat persekolahan...

NTB

  Mataram, Bimakini.- Era 4.0 anak-anak disebutkan lebih gemar bermain gawai, sehingga lambat untuk menulis dan lebih tertarik pada gambar. Karena fenomena itu, maka...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Kiprah Kabupaten Bima dalam menggagas “Kabupaten Literasi” mendapat apresiasi di pusat. Untuk mendapatkan gambaran ikhtiar yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bima dalam...