Pendidikan

Heboh Siswa Merokok dan Nonton Video Porno Dihadapan Guru

ilustrasi

Bima, Bimakini.- Dunia pendidikan di Bima kembali dihebohkan dengan video yang melibatkan siswa yang tengah belajar dalam ruangan kelas, sambil merokok dan menonton video porno.

Parahnya lagi, video berdurasi satu menit tersebut tidak hanya menampakkan seorang siswa saja yang merokok, melainkan lebih. Itu dilakukan saat ibu guru tengah asyik menyampaikan mata pelajaran.

Video itu pun menyebar luas di jejaring media sosial sejak Ahad hingga Selasa (8/1). Tak ayal berbagai tanggapan pun mengalir, utamanya memprediksi asal sekolah para siswa berseragam putih abu tersebut.

Banyak yang menyebutkan para siswa itu berasal dari salah satu sekolah kejuruan di Kecamatan Bolo. Ada juga yang menyebutkan pelaku dari SMAN 2 Woha, Kabupaten Bima.

Bimakini.com Senin (7/1) kemarin menyambangi salah satu sekolah yang banyak disebutkan, yakni SMAN 2 Woha. Para guru disana bahkan mengaku kaget bukan kepalang dan membantah itu siswa mereka.

“Sebentar, sebelumnya saya mau tau dulu siapa yang bilang itu dari sekolah kami. Karena ini sudah termasuk pencemaran nama baik sekolah kami dan saya akan tuntut ke polisi,” tegas Kepala Sekolah SMAN 2 Woha, Muhammad, SPd, MM diruangannya, kemarin.

Muhammad mengaku, memang sebelumnya pernah bertanya kepada para guru dan siswanya karena video tersebut juga diterima. Bahkan video tersebut sempat dibahas dalam rapat Senin kemarin.

Bahkan dalam rapat tersebut, Muhammad mengaku sempat mengancam jika itu terjadi di sekolahnya, akan memecat oknum siswa dan guru yang ada dalam video tersebut. Karena menurutnya aksi siswa dan guru tersebut cukup parah dan benar-benar mencoreng dunia pendidikan.

Sementara itu pihak Cabang Dinas Dikbud Provinsi NTB di Bima yang menangani SMA dan SMK sederajat di Bima, juga telah menerima dan melihat aksi para siswa “badung” tersebut. Pihaknya kini tengah menelusuri keberadaan video tersebut.

“Sejak semalam saya terus menelusuri dari mana video itu berasal. Termasuk menanyakan dan meneruskan video itu ke berbagai sekolah di Bima, termasuk di sekolah yang banyak disebutkan,” ujar  Kasi Peserta Didik SD dan Kelembagaan, Cabang Dinas Dikbud Provinsi NTB, Sumadi, SPd, MPd kepada Bimakini.com, Senin kemarin.

Ditanya apa sikapnya sebagai lembaga yang menaungi sekolah menengah atas di Bima, pria yang akrab di sapa Bang Med tersebut mengaku belum memikirkan sejauh itu. Karena diakuinya bisa saja berasal dari daerah lain. Termasuk dari Kota Bima bahkan Dompu karena bahasanya sama.

“Kita akan terus telusuri keberadaan video itu dan jikapun terdeteksi itu di wilayah kita sementara kita akan bina,” tutup Sumadi diruangannya Senin kemarin. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 383
    Shares
To Top