Olahraga & Kesehatan

Idap Kanker Payudara, Habibah Butuh Biaya

Habibah yang alami kanker payudara.

Bima, Bimakini.- Habibah Warga RT 06 Dusun Anggrak Desa Tambe, Kecamatan Bolo mengidap penyakit kangker payudara. Atas penyakit yang dialaminya, Habibah sering kali berobat secara medis hingga biaya pun melemah.

Namun penyakit yang dialami tidak kunjung sembuh, sehingga upaya pengobatan yang dilakukan saat ini yakni mengandalkan obat tradisional. “Ibu saya sangat membutuhkan biaya pengobatan. Berharap kanker payudara sembuh, sekarang mengandalkan obat tradisonal, karena tidak membutuhkan biaya yang banyak,” ujar putri pertamanya, Arabiah,” Selasa (8/1).

Cerita Arabiah, ibunya mengidap penyakit kangker payudara sejak tahun 2016 lalu. Awalnya, ibunya dan keluarga  tidak menyangka bahwa segumpal daging yang mengeras berbentuk benjol pada payudara bagian kirinya adalah tanda-tanda kanker payudara.

“Awalnya tidak disangka bahwa segumpal daging yang tumbuh itu adalah gejala kanker payudara. Tenyata berdasarkan keterangan pihak medis, bahwa tanda itu adalah gejala kanker,” tutur Arabiah.

Dikatakannya, untuk mendapatkan kesembuhan, sekitar bulan Januari tahun 2018 lalu dilakukan operasi. Karna operasi tidak membuahkan hasil yang maksimal, akhirnya ibunya dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi Mataram namun kondisi ibu saya tetap begitu saja.

“Operasi sudah dilakukan. Bahkan sempat dirujuk ke RS Mataram, namun belum membuahkan hasil yang maksimal,” urainya.

Niat untuk mengobati sang ibu sangat besar, namun kindisi keuangan sangat tidak memungkinkan. Sehingga keluarga sangat berharap agar pemerintah bisa membantu meringankan beban sekaligus ibu saya terlepas dari ujian ini.

“Kami sangat berharap pemerintah mau membantu biaya pengobatan. Selain itu, diharapkan pula ada pemerhati yang mau menyumbang sebagian rejeki sehingga ujian ini berlalu,” harap Arabiah.

Sementara itu, Habibah mengaku, selama dua bulan terakhir dirinya tidak bisa tidur karena menahan rasa sakit yang dideritanya. “Sudah dua bulan hanya menahan sakit. Sedangkan upaya pengobatan hingga operasi sudah dilakukan,” ucap Habibah.

Selain melakukan operasi, sudah enam kali melakukan terapi Kemo. Namun kesembuhan jauh dari harapan. “Sekarang yang ditunggu keajaiban Tuhan saja. Yakni penyakit yang dirasakan lekas sembuh,” tutupnya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 19
    Shares
To Top