Olahraga & Kesehatan

Lahir Prematur, Bayi Asal Rade Dirawat dalam Kardus

Bayi prematur yang dirawat di dalam kardus mi instan di Desa Rade, Kecamatan Madapangga.

Bima, Bimakini.- Lantaran ketiadaan biaya, seorang bayi di Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupatten Bima, lahir prematur dan harus dirawat dalam kardus. Bayi ini buah hati dari pasangan suami istri (Pasutri), Ayub Julkarnain dan Fifi dan lahir dalam usia tujuh bulan.

Kardus mi instan itu sendiri berfungsi sebagai pengganti inkubator, agar bayinya terus merasa hangat. Di dalamnya di pasang lampu, layaknya incubator di rumah sakit.

“Anak saya sejak lahir kondisi prematur. Karena tidak punya biaya terpaksa diterapi dalam kardus dengan menggunakan lisitrik,” ujar Ayub Julkarnain, Ahad (6/1).

Kata dia,  keterbataan biaya pengobatan menjadi alasan, sehingga tidak membawa si buah hati ke dokter maupun ke rumah sakit. Kondisi seperti dilakukan sejak lahir yakni sejak tujuh bulan lalu. “Buah hati lahir diusia tujuh bulan dan lahir enam hari lalu. Sejak itu dimasukan dalam kardus dan disinari lampu listrik,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak memiliki kartu BPJS. Padahal kartu tersebut sangat diharapkan dikala kondisi seperti ini. “Hidup betul – betul susah. Sudah miskin tidak memiliki kartu BPJS, sehingga tidak jalan lain untuk mengatasi apa yang dialami anaknya. Yakni menggantungkan hidup dalam kardus sembari meminta rahmat tuhan agar anaknya bisa bertahan hidup,” ungkapnya.

Salah seorang warga setempat, Abdul Haris membenarkan kondisi buah hati Pasutri tersebut dibesarkan dengan menggunakan kardus dan disinari lampu listrik. Dirinya sangat prihatin terhadap kehidupan Pasutri tersebut, sehingga sangat mengharapkan bantuan dan uluran tangan semua pihak.

“Buah hati Ayub Julkarnain dan Fifi memang dilahirkan prematur. Sehingga mengharapkan bantuan,” ucapnya.

Lanjut dia, informasi buah hati Pasutri tersebut lahir secara premartur rupanya telah didengar oleh Dandim 1608 Bima. Pascamendapat info tersebut, Dandim Bima langsung membantu bayi tersebut sehingga dirujuk ke RSUD Kabupaten Bima. Selain itu, bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 1 juta diberikan oleh pemerhati.

“Kini bayi tersebut dirujuk ke RSUD Kabupaten Bima. Yakni berkata bantuan Dandim 1608 Bima,” ungkapnya.

Mewakili keluarga yang ada di desa setempat, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1608 Bima dan pemerhati lainnya. Karena bantuan tersebut sangat membantu keluarga Ayub Julkarnain dan Fifi. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 384
    Shares
To Top