Peristiwa

Puluhan Rumah di Sanggar Hancur Diterjang Ombak

Rumah yang hancur diterjang ombak.

Bima, Bimakini.- Sedikitnya puluhan rumah warga di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima hancur pasca-dihantam gelombang laut, Rabu (23/1) dini hari. Rumah korban terdampak rata-rata berada di pesisir pantai sepanjang  lautan sanggar.

Tidak ada korban jiwa akibat gelombang yang mengganas pada dini hari kemarin. Hanya saja rumah berikut isinya rusak parah, hingga para korban terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.

Warga juga mengaku trauma akan ombak yang lebih ganas lagi.

Kepala BPBD Kabupaten Bima, Taufik Rusdi mengungkap, terjangan ombak tinggi tersebut menghantam rumah warga pada Rabu dini hari. “Setelah menerima laporan,  kami langsung turunkan tim gerak cepat ke lokasi kejadian, ” ujarnya.

Tim yang diturunkan kata Taufik, untuk mengecek secara langsung sampai yang ditimbulkan gelombang pasang tersebut.  Selain itu, tim juga membawa bantuan tanggal bencana untuk warga yang rumahnya rusak.

Gelombang tinggi ini,  juga dilaporkan terjadi di Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Namun BPBD belum menerima adanya kerusakan rumah atau pun korban jiwa yang ditimbulkan.

Sementara itu,  Kepala BMKG Bima Satria Topan Primadi yang dikonfirmasi mengenai kondisi alam ini mengungkapkan kemungkinan gelombang di wilayah Sanggar hingga tiga hari kedepan akan mencapai 4 meter.

Dijelaskannya, berdasarkan analisis dari pola angin (streamline) terlihat adanya daerah tekanan rendah (low) yang berada di wilayah Sebelah utara Australia tepatnya di wilayah Laut Timor.

“Kondisi atau fenomena ini dapat menyebabkan pumpunan angin (konvergensi) dan pembelokan massa udara (shear), sepanjang wilayah utara perairan Nusa Tenggara dan sekitarnya tepatnya di sepanjang wilayah Laut Flores,” papar Topan.

Lanjutnya, keadaan ini juga yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan akan lebih aktif. Sehingga kedepannya dapat mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah ini.

“Untuk tiga hari kedepan, tinggi gelombang masih signifikan di wilayah tersebut. Dengan ketinggian gelombang dapat mencapai hingga empat meter,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kecepatan angin, saat ini  masih bervariasi yakni antara 4-30 Knot ( 10-60 km/jam ).

Secara resmi Topan mengimbau, risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.  Terutama perahu nelayan,  karena kecepatan angin diatas 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

“Warga yang beraktivitas di pesisir mohon waspada,  akan adanya gelombang tinggi ini, ” pungkasnya. (IQO)

Share
  • 1.4K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top