Pemerintahan

Tahun 2019 Pemda Anggarkan Rp 2 M untuk Penghijauan

Sekda, Drs HM Taufik HAK, MSi

Bima, Bimakini.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Sekda HM. Taufik HAK, MSi, mengaku prihatin dengan kondisi hutan saat ini. Karena hutan tidak berfungsi maksimal akibat pohon ditebang, sehingga mata air hilang.

Untuk itu, Pemda kucurkan dana Rp2 miliar bagi kegiatan penghijauan tahun 2019.  “Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima, Kami anggarkan 2 Milyar, dana ink untuk kegiatan penanaman supaya mengembalikan fungsi hutan,”  ujarnya, Rabu (9/1).

Taufik mengaku, hutan ini sangat penting bagi keberlangaungan hidup manusia. Meskipun hutan yang masuk dalam kawasan tutupan negara adalah kewenangan Pemerintah Provinsi NTB.

“Memang kita tidak berwenang mengatur hutan dalam kawasan, tapi diluar kawasan adalah kewenangan daerah, kami sepakat hutan dilaur kawasan yang sudah gundul akan direboisasi kembali,” jelasnya.

Dia merasa prihatin terhadap keberlangsungan masyarakat dan daerah. Sebab petani secara bebas membabat hutan untuk menanam jagung dan tanaman lain.

“Sesuai prosedur, kemiringan diatas 20 derajat itu, hutan di gunung  sudah tidak boleh ditebang, tapi kenyataan yang ada, satu gunung dijadikan lahan tanam jagung oleh petani,” jelas dia.

Karena hutan tidak lagi menjadi penyanggah air hujan, bencana banjir tidak dapat dihindari oleh masyarakat umum. Bahkan banjir sudah menjadi ancaman daerah setiap tahun awal musim hujan.

“Saya rasa musim hujan tahun ini paling parah, sebab baru terjadi awal musim hujan langaung datang banjir, bagaimana masuk puncak musim hujan, ini ancaman bagi kita,” ujarnya.

Dikatakannya, apabila pembabatan hutan terus dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat, maka jangan salahkan Pemerintah,  jika lima tahun kedepan sudah tidak ada mata air.

“Bencana kekeringan akan kita hadapi, ini semua akibat ulah satu dua orang yang membabat hutan,” ingatnya. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 260
    Shares
To Top