Pendidikan

Hindari Tudingan Negatif, Pencairan PIP Sebaiknya Gunakan ATM

Ibrahim, SPd

Bima, Bimakini.- Kepala SMPN 4 Bolo, Ibrahim, SPd meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mendesak pihak Bank yang bermitra dalam penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) menertibkan kartu penerima manfaat dalam bentuk ATM. Agar proses pencairan dapat dilakukan sendiri siswa, tanpa menggunakan buku tabungan.

Pasalnya, jika pencairan secara kolektif menggunakan buku tabungan, pihak sekolah kerap dicurigai tidak transparan.

“Pihak sekolah sering diduga tidak transparan bahkan diduga curang dalam pembagian dana PIP. Nah, jika siswa ambil langsung melalui mesin ATM, asumsi negatif tidak lagi menyerang unsur sekolah lagi,” ujarnya, Selasa (19/2).

Kata dia, selama ini bantuan yang tersebut diambil secara kolektif oleh pihak sekolah. Hal itu dikarenakan jumlah penerimanya banyak.

“Saat ini mereka hanya memiliki buku tabungan. Lewat buku itu pun mereka bisa ambil masing-masing. Akan tetapi pengambilan seperti itu butuh waktu dan tak semudah ketika mereka memiliki kartu PIP seperti ATM,” terangnya.

Dijelaskannya, terkait dengan jumlah penerima PIP di awal Tahun 2019 ini yakni sebanyak 67 siswa. Jumlah tersebut merupakan siswa kelas tujuh (VII). Masing-masing siswanya mendapatkan bantuan sebesar Rp. 375 ribu.

“Jumlah tersebut mssih ada tiga orang yang belum menerima PIP. Sekarang kita masih menunggu kehadirannya,” pintanya.

Kata dia, berdasarkan aturannya siswa yang berhak mendapatkan bantuan tersebut syaratnya. Yakni memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), Yatim piatu yang harus melampirkan kartu kematian orang tuanya dan siswa yang benar-benar tak mampu.

“Semua siswa kategori tersebut kita usulkan. Sementara yang menetapkan nama-nama yang keluar tersebut yakni kebijakan di pusat,” tuturnya.

Dia berharap pada pemerintah atau Instansi terkait agar secepatnya mendesak pihak Bank untuk menerbitkan kartu PIP siswa. Sehingga kedepan para  siswa penerima tersebut dapat langsung mengambil bantuan itu masing-masing.

Selain itu, kepada orang tua wali murid untuk tetap mengawasi dan mengontrol anak-anaknya. Terutama sekali dengan adanya bantuan tersebut mereka lebih rajin untuk ke sekolah.

“Mari kita sama memajukan dunia pendidikan. Demi tercapainya tujuan pendidikan yakni mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 135
    Shares
To Top