Hukum & Kriminal

Kontraktor DAM Dadi Boda, Dipanggil Kejati NTB

ilustrasi

Kota Bima, Bimakini.- Penyelidikan kasus pengerjaan proyek DAM Dadi Boda senilai Rp 2,2 miliar yang dikerjakan tahun 2017 – 2018 lalu terus digenjot pihak Kejati NTB. Kontraktor pun akhirnya dipanggil dan dimintai keterangannya.

Pantauan  BimaEkspres, Kamis (21/2) kemarin di Kantor Kejaksaan Negeri Raba Bima, sekitar pukul 15.00 Wita, terlihat seorang wanita berpakaian dress panjang putih berjilbab merah memasuki kantor kejaksaan.

Wanita tersebut langsung memasuki ruangan yang di dalamnya berisi tim pemeriksa dari Kejari NTB. Terlihat sekitar empat jam lamanya berada dalam ruangan dan akhirnya perempuan yang diketahui berinisial N tersebut keluar pukul 18.30 Wita.

Saat dicegat, tidak ada sepatah katapun yang dilontarkan N. Dengan cepat,  masuk ke mobil hitam yang ditumpanginya saat datang. Informasi yang dihimpun, N merupakan Direktris CV Mercu Buana, pihak ketiga yang mengerjakan DAM Dadi Boda.

N terlihat datang sendirian tanpa ditemani oleh Penasehat Hukum (PH) atau kerabat lainnya.

Sementara itu Kasi Pidsus Kejari Raba Bima, I Wayan Suryawan yang dikonfirmasi soal keberadaan tim Kejati di Kantor Kejari Raba Bima membenarkannya.

“Benar ada tim dari Kejati untuk penyelidikan dan pemeriksaan proyek DAM Dadi Boda,” tukas Wayan dengan nada lirih.

Namun Wayan menegaskan dalam penyelidikan ini pihaknya hanya memfasilitasi tempat dan memanggil sejumlah pihak terkait. Sedangkan  materi pemeriksaan atau pun soal lain yang berkaitan dengan penyelidikan tidak mengetahuinya.

Wayan hanya sedikit mengungkap ada beberapa pihak dari instansi dan non instansi yang dipanggil untuk dimintai keterangannya. Sementara ditanya jumlah pasti, Wayan enggan merincinya.

“Karena itu bukan wewenang saya untuk menyampaikan. Sekali lagi Kami hanya memfasilitasi saja, ” jawabnya.

Sementara itu, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan, SH, MH yang dihubungi wartawan via ponsel masih enggan memberikan keterangan apapun.

“Maaf karena masih dalam tahap penyelidikan, untuk sementara kami belum bisa memberikan keterangan,” jawabnya singkat.

Seperti diketahui tahun 2017 – 2018 Pemerintah Kota Bima mendapatkan kucuran anggaran Rp 12 miliar untuk pembangunan lima DAM di bagian timur Kota Bima. Dari lima DAM yang dibangun,  kini ada dua yang dibidik Kejati karena diduga menimbulkan kerugian negara.

Pantauan terakhir Bimakini.com, kondisi DAM Dadi Boda kini sudah rusak parah.  Setengah bangunan DAM sudah ambruk.

Pengerjaan proyek ini berada langsung dibawah kontrol BPBD Kota Bima. (IQO)

Share
  • 60
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top