Hukum & Kriminal

Pembunuhan Sadis, Natsir: Polisi Kok Aneh Ya?

M Natsir.

Kota Bima, Bimakini.- Keluarga korban pembunuhan sadis Muamar Ramadhan, kembali bereaksi menanggapi pernyataan Polres Bima Kota dalam penetapan pasal serta motif terhadap pelaku pembunuhan yang disebut polisi hanya pelaku tunggal.

“Pertama, masa iya dikatakan motifnya dendam lama sementara penetapan pasal dan lainnya dikatakan bukan pembunuhan berencana. Coba dipikirin ulang, atas dendam tapi tidak berencana. Kan lucu ini,” protes paman korban, M Natsir S Sos kepada Bimakini.com, Selasa (5/1).

Politisi PAN tersebut mengaku heran sekaligus tidak habis pikir dengan sikap polisi dalam penanganan kasus pembunuhan sadis terhadap keponakannya. Dia menilai cukup banyak kejanggalan.

“Polisi ini tidak memahami bagaimana perasaan keluarga korban. Mikirlah sedikit. Kita ini bukan orang-orang yang tidak mengerti dan asal manut saja dengan apa kata polisi,” ingat anggota dewan tersebut dengan nada tinggi.

Pernyataan janggal kedua yang dinilai mantan kepada Desa Ngali tersebut, polisi sementara menyebutkan pelaku hanya tunggal dan sendirian saja. Menurutnya itu tidak masuk akal.

“Kita memotong ayam atau binatang kecil lainnya saja butuh dua orang agar tidak mengamuk, ini malah si Amar (korban, Red) yang selama ini dikenal jagoan dan pelaku ini jelas-jelas kita tau dia tidak mampu dan korban bully makanya dia mencari cara saat dia lengah atau tertidur,” tukasnya.

Dari sejumlah kejanggalan ini saja jelas Natsir sangat mustahil pelaku mengeksekusi korban dengan sendiri. Terlebih hanya satu kali sayatan dengan pisau carter dan posisi tubuh pelaku saat membunuh korban sangat amatiran.

“Saya jadi penasaran bagaimana kalau suruh praktekkan Kasat Reskrim itu posisi dan cara mengeksekusi korban ini. Bagaimana posisi tangan dan lainnya serta mungkin nggak korban ini tidak reflek atau kaget. Ingat Amar itu jagoan dan model satu dua orang saja dilibas,” terang Natsir.

Untuk itu dia mendesak aparat kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau rekonstruksi ulang untuk mengetahui pasti aksi pelaku. Apalagi korban sebagai anggota Satuan Pengamanan (Satpam).

Jika polisi akan terus bertahan dengan pernyataan serta aksi bungkamnya selama ini ancam Natsir, berjanji akan melakukan aksi, termasuk blokade jalan.

“Kan aneh dan lucu sekali polisi ini, kok malah langsung percaya dan manut-manut saja pengakuan pelaku itu. Atau jangan-jangan ini polisi kota?,” herannya.

Polisi semestinya kata pria yang kini masih mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tersebut, terkesan buru-buru dalam menyimpulkan kasus pembunuhan yang menghebohkan warga kota Bima awal tahun 2019 tersebut.

“Jangan langsung percaya pembelaan tersangka begitu saja. Kumpulkan dulu banyak keterangan dan saksi serta kejar dengan teliti pengakuan tersangka, baru menetapkan pasal dan lainnya. Ini kan lucu sekali,” terangnya.

Ditegaskan Natsir pernyataan polisi kepada media beberapa hari lalu dianggap cukup janggal serta dianggap mempermainkan keluarga korban. Dia berharap kinerja polisi khususnya pihak Reskrim ditingkatkan dan lebih profesional lagi dalam menangani kasus seperti pembunuhan.  (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Share
  • 422
    Shares
To Top