Pendidikan

Plafon Ruangan MIS Yasim Roka Rusak Parah

Bima, Bimakini.- Kondisi banguan sekolah yang memadai tentunya diharapkan agar terwujud proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang nyaman. Tapi, beda dengan kondisi bangunan di MIS Yasim RokaMIS Yasim Roka, Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima.

Empat ruangan kelas di Madrasyah setempat rusak parah. Di musim penghujan seperti ini, air menggenang akibat atap bocor.

Konsultan Relawan Pendidikan Sekolah Literasi Indonesia  (Kawan SLI) Dompet Dhuafa, Neneng Sri Fardillah, S.Pd., Gr, mengatakan, kondisi ruangan MIS Yasim Roka sangat memerihatinkan. Yakni plafon ruangan kelas 1 hingga kelas 4 semuanya rusak parah.

“Bagian atap juga bocor, sehingga saat hujan air tercecer dalam ruangan,” ujar Neneng Sri Fardillah, Kamis (14/2).

Akibatnya, kata dia, proses KMB tidak berjalan seperti biasanya. Karena empat ruangan tersebut bocor. “Proses KBM terganggu. Akibat bocornya bagian atap ruangan,” terang Neneng.

Dirinya berharap, kepada pemerintah atau instasi terkait membantu alokasikan dana rehab semua ruangan tersebut. Hal itu perlu dilakukan agar ruangan kembali bisa digunakan sebagaimana mestinya.

“Kita sangat berharap ada perhatian khusus dari semua pihak untuk melihat kondisi ruangan MIS Yasim Roka. Sekaligus mau membantu menyumbang dana,” jelasnya.

Terkait masalah itu, pihaknya membuka rekening donasi bagi siapa pun yang mau membantu.

“Bagi siapa saja yang mau membantu. Bisa melalui http://kitabisa.com//bantumisyasimroka,” tutup dia.

Sementara itu, Kepala MIS Yasim Roka, Nur Syamsiah, S.PdI, membenarkan kondisi Madrsyah setempat yakni empat ruangan memiliki plafon rusak berat. Sehingga saat musim penghujan bocor karena bagian atap lapuk.

“Kerusakan sejak Tahun 2006. Hingga saat ini belum direnovasi,” ucap Nur Syamsiah.

Diakui dia, sebelumnya yakni di Tahun 2006 Madrasyah setempat mendapat alokasi anggaran rehab, tapi hanya satu lokal saja.

“Madrasyah setempat memang pernah dapat dana rehab. Sumbernya dari yayasan,” tukasnya.

Pihaknya sangat berharap agar pemerintah mau membantu untuk mebgalokasikan dana. Sehingga beberapa ruangan tersebut bisa direhab sekaligus proses KBM kembali normal,” tutup Sayamsiah. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 10
    Shares
To Top