Pemerintahan

Wali Kota dan Ketua DPRD Tinjau Lahan Relokasi

Kota Bima, Bimakini.- Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi, SE dan Ketua DPRD Kotan Bima, Syamsurih, SH meninjau  lahan relokasi korban banjir.   Namun, keduanya meninjau  di hari yang berbeda.

Ketua DPRD  Kota Bima meninjau lahan relokasi di Jatibawu dan Oi Fo’o, Jumat (8/2) dan Sabtu (9/2). Sementara Wali Kota yang didampingi Sekda dan Kepala BPBD Kota Bima bersama tim Rekonstruksi Relokasi meninjau lokasi persiapan relokasi di Kelurahan Oi Fo’o, Ahad (10/2).

Peninjauan itu untuk memastikan progres kemajuan persiapan pemebangunan rumah dan lahan relokasi korban banjir.

Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH, Jumat meninjau bersama Sekretaris BPBD,  Agus Purnama,  PPK, Adi Akwam dan jajaran Konsultan Manajemen di Kelurahan Jatibaru Timur. Mereka  melihat langsung progres pembangunan puluhan unit rumah.

Dari hasil tinjau langsung tersebut, duta PAN itu berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan pembangunan rumah tersebut sesuai target. Demikian juga keinginannya dengan pekerjaan fasilitas umum seperti jalan, air bersih dan sejumlah fasilitas lain, bisa cepat diselesaikan.

“Kita mendorong pemerintah mempercepat lah, agar selesai sesuai target. Sehingga masyarakat calon penerima manfaat bisa segera menempatinya,” katanya.

Menurut dia, pembangunan fasilitas umum harus berbarengan dengan proses pembangunan rumah. Pemerintah daerah juga sudah menyediakan anggaran untuk fasilitas umum sebesar Rp 20 miliar.

“Kita juga mendorong pemerintah agar segera melakukan lelang agar pekerjaan fasilitas umum bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Karena harapan dari pekerjaan ini sambungnya, cepat selesai dan warga yang direlokasi juga cepat menempati rumah yang disediakan. Sehingga alur sungai dari hulur ke hilir bisa diperbaiki.

Sementara Sabtu pagi, Ketua DPRD meninjau persiapan lahan relokasi bagi pembangunan rumah di Oi Fo’o dan Kadole. “Kalau melihat lahan saat ini saya belum bisa tersenyum,  ternyata sama sekali belum siap,” tegasnya didepan pejabat Perkim.

Pasalnya kondisi lahan  masih butuh pematangan, karena miring.  Ada alur aliran sungai kecil dan banyaknya akar pohon dan lebih urgennya akses masuk ke lokasi.

Apalagi informasinya,  pihak toko material bahan bangunan sampai saat ini tidak berani masuk membawa bahan kalau harus melewati jalan tani.

Untuk itu Pemkot Bima perlu mengambil langkah cepat.  Apalagi soal waktu diberikan pusat sampai April mendatang.  Imbasnya pun pada alokasi anggaran lanjutan sebesar Rp 200 miliar untuk penataan lanjutan sungai.

“Paling penting soal rasa kemanusiaan kita terhadap nasib rakyat menjadi korban banjir bandang kemarin. Setiap saat masih was-was terjadi banjir lagi setelah rumahnya rusak dan hanyut terbawa banjir,” ujarnya.

Untuk itu kata dia, akan berkoirdinasi langsung dengan Wali Kota Bima membahas persiapan relokasi yang belum maksimal. Meminta pimpinan daerah untuk turun lihat langsung kondisi di lapangan agar ada solusi secepatnya.

Wali Kota pun, Ahad (10/2) meninjau lahan relokasi tersebut, khususnya di Oi Foo. (DED)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 43
    Shares
To Top