Peristiwa

Blokade Jalan, Dirjen Tanaman Pangan Gagal Panen Jagung

Aksi blokade jalan yang dilakukan warga, sehingga Dirjen Tanaman Pangan gagal panen jagung di Dompu, Senin.

Dompu, Bimakini.- Kegagalan Panen Raya Jagung yang sedianya dilakukan   Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, DR Ir Gatot Iriyanto, MS, DAA, gagal panen raya jagung di Kabupaten Dompu, Senin (11/3).  Warga Desa Saneo, Kecamatan Woha, pun ikut kecewa, lantaran ada aksi blokade jalan.

Para pemuda dan warga Desa Saneo pun  mendatangi Bupati Dompu, H Bambang Yasin (HBY), di kantornya. Kedatangan mereka untuk dimintai agar Bupati Dompu, HBY, panen raya jagung walau tanpa kehadiran Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI.

Kabag Humas  Setda Dompu, Muhammad Iksan, SST, MM mengatakan, Bupati Dompu menyambut dan tetap bersikap biasa saja saat disambangi oleh pemuda dan warga Desa Saneo. Bahkan bupati kata Iksan,  mengajak mereka untuk tetap menjaga suasana kondusif di daerah.

“Keamanan daerah menjadi tanggung jawab kita semua,” kata Kabag Humas  mengutip pernyataan bupati kepada pemuda Saneo.

Dikatakan Kabag Humas, bupati kecewa karena tidak mampu membahagiakan warga Desa Saneo yang sudah melakukan berbagai persiapan untuk suksesnya acara panen raya jagung  itu. Bupati meminta agar warga dan pemuda Desa Saneo bisa memahami kondisi itu,  karena adanya   blokade jalan.  “Mereka itu juga adalah anak – anak saya,” katanya.

Warga Saneo dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu , sudah jauh jauh hari melakukan berbagai persiapan dan mengeluarkan anggaran. “Kita jelas kecewa berat pak,” ujar pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu, karena harus bolak balik ke lokasi untuk persiapan panen Raya itu.

Bupati pun mengajak makan siang bersama para pemuda dan warga Saneo di Pendopo.  Kekecewaan juga dirasakan Bagian Humas dan Protokol Setda Dompu, karena ikut mempersiapkan kegiatan panen raya jagung.

Aksi blokade sendiri dilakukan Aliansi Masyarakat Desa Serakapi dan Desa Saneo, Kecamatan Woja, sekitar pukul 07.30 Wita. Aksi itu dilakukan  sebagai bentuk protes dan juga tuntutan agar pemerintah menaikan harga jagung.

Panen raya jagung  wilayah So Sori Ka’da Desa Saneo Kecamatan Woja itu bahkan harus gagal dan tidak jadi dilaksanakan kendati berbagai persiapan telah dilakukan beberapa sebelumnya. Selain dihadiri   Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI dan Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah direncanakan hadir.

Akibat ada demo itu, antrian kendaraan yang akan menuju lokasi panen raya tertahan dan banyak juga rombongan terpaksa balik arah. “Kita tidak jadi kelokasi karena ada dem,” ujar seorang pejabat. (JUN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 116
    Shares
To Top