Olahraga & Kesehatan

“Ini Rumah Sakit atau Apa, Kok Telantarkan Pasien”

Lengang, setelah petugas RSUD Kota Bima mogok kerja.

Kota Bima, Bimakini.- Lantaran nyaris setahun lamanya tidak menerima uang jasa pelayanan, para petugas medis dan pegawai di Rumah Sakit umum Kota Bima sepakat melakukan mogok kerja Senin (11/03).

Praktis para pasien di Rumah Sakit yang baru saja dinaikkan statusnya menjadi Rumah Sakit Plus tersebut terlantar dan terkatung-katung tanpa pelayanan dari petugas medis.

“Ini rumah sakit atau apa? Tempat praktek dokter aja nggak begini, apalagi ini masih hari kerja. Ini kok malah pagi-pagi tutup pelayanannya,” protes Ira, salah satu pasien yang kecewa melihat rumah sakit lengang tanpa ada aktivitas Senin kemarin.

Tidak hanya Ira, puluhan pasien lainnya terpaksa pulang dengan raut kecewa lantaran melihat berbagai ruangan dan petugas di rumah sakit yang sebelumnya Puskesmas Asakota tersebut kosong melompong dan ditutup. Para pasien dan warga mengaku tidak tahu menahu penyebab para petugas medis mogok kerja tersebut.

Informasi yang dihimpun, aksi mogok kerja puluhan pegawai dan tenaga medis di RSUD Kota Bima ini disebabkan insentif dari jasa pelayanan medis yang bersumber dari BPJS, sama sekali tidak diterima, sejak Oktober 2018 lalu.

Sekretaris RSUD Kota Bima, Nurinayah mengaku aksi mogok terjadi lantaran terjadi miskomunikasi antara para pegawai dan pihak RSUD Kota Bima. Dimana jelasnya

Kendala tidak dibayarkan Jaspel sejak Juli 2018 lantaran terbentur aturan pemerintah pusat. Hal itu katanya berkaitan dengan terlambatnya ferivikasi data klaim anggaran oleh pihak BPJS Pusat ke Daerah.

“BPJS Di Bima mengirim data klaim anggaran pada Desember padahal aturan memasukan akhir tahun uang negara tidak bisa dicairkan,” jelasnya

Lanjut Inayah, uang Jaspel yang tidak bisa dicairkan tersebut dikategorikan Silva. Dana tersebut tidak bisa dicairkan begitu saja sebelum pembahasan APBD-P 2019 ini.

“Jadi bukan tidak akan terbayarkan, nanti bulan Oktober akan cairkan setelah APBD-P baru bisa. Itu kebijakan tidak hanya di Bima saja,” urainya.

Sementara itu pihak Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima melalui Sekertaris Dikes Kota Bima, Ahmad S.Sos yang dihubungi via ponselnya mengatakan bahwa apa yang terjadi di RSUD Kota Bima akibat adanya misskomunikasi saja.

Ahmad mengaku heran dengan aksi mogok kerja yang dilakukan oleh petugas media tersebut. Hanya saja informasi disampaikannya dari keluhan yang ditangkapnya, lebih karena belum dibayarkannya klaim layanan jasa medis yang bersumber dari BPJS. Hanya itu yang ia dapatkan alasan mengapa petugas di RSUD Kota Bima enggan masuk kerja.

Ditanya berapa jumlah petugas medis di RSUD Bima, ia merinci ada sekitar seratus lebih tenaga medis yang berlatar tenaga honorer dan 80 lebih tenaga medis Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun ia belum mengetahui berapa sesungguhnya tenaga medis yang mogok kerja. Karena itu lagi di data.

“Nanti akan kita panggil pihak-pihak terkait yaitu Kepala Ruangan di RSUD Kota Bima untuk mencari tahu apa penyebabnya sehingga sampai harus menghentikan Pelayanan kepada Masyarakat. Ini miss komunikasi saja, bukan karena apa-apa, Insha Allah nanti akan kita panggil dulu pihak terkait untuk bersama dulu cari tahu permasalahannya, apa yang nantinya bisa dicarikan solusi,” janjinya. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 58
    Shares
To Top