Peristiwa

Jangan Tinggalkan Sampah dan Bawa Sajam di Lamoci

Sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung.

Bima, Bimakini.- Agar destinasi wisata dapat menarik pengunjung lebih banyak, serta berkembang,  maka jangan tinggalkan sampah. Selain itu, tidak membawa senjata tajam.

“Saya melihat pengungjung Lamoci banyak yang tidak sadar terhadap kebersihan, buktinya banyak sampah ditinggalkan bertebaran sepanjang punggungan bukit ini, kalau mau tempat ini banyak penggiat, harus jaga kebersihan,” jelas Vita pengungjung Lamoci asal Kabupaten Dompu, Ahad (24/3).

Selain kebersihan tempat, keamanan adalah faktor utama maju dan berkembangnya sebuat tempat wisata setiap daerah. Pengunjung tempat wisata adalah masyarakat yang ingin mendapatkan tempat yang nyaman dan damai, bukan  mendapatkan gangguan serta tekanan terhadap benda yang membuat mereka ketakutan.

“Yang paling penting adalah, sterilkan bukit itu dari benda tajam seperti parang dan lainnya, sebab itu akan menjadi keresahan pengunjung,” terang wanita yang datang bersama rombongannya itu.

Hafid, warga Kota Bima menilai puncak lamoci adalah anugrah Tuhan yang tidak terhingga. Meski kecewa karena tidak muncul kabut, namun saat bermalam, bisa merasakan indahnya suasana bukit yang sedang booming.

“Kami puas dengan panorama alam di puncak bukit ini, meskipun kecewa karena kabut tebal diharakan tidak muncul juga, tapi sebagai seorang yang sadar akan etika pendakian, jangan meninggalkan sampah kecuali jejak kaki,” katanya.

Dia merasa, para pendaki bukit Lamoci banyak tidak sadar etika pendakian. Mereka hanya ingin memanfaatkan keindahan alam dengan mengabadikan moment saja, tanpa memperhatikan kebersihan.

“Masyarakat atau yang menerima kontribusi dari keramaian lamoci ini, harus memberikan edukasi pendakian terhadap penjungjung, terutama menjaga kebersihan sampah terhadap apa yang dibawa,” kata dia.

Dia mengimbau kepada Pemerintah Desa, pemuda dan masyarakat, untuk menjaga bukit Lamoci dari senjata tajam bawaan. Selamatkan objek wisata ini dari potensi perkelahian dan keributan yang bisa saja akan terjadi.

“Jangan biarkan senjata tajam lalu lalang diatas bukit ini bila Lamoci ingin diselamatkan dan dikembangkan menjadi lebih baik dari sekarang,” harapnya. (MAN)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top