Hukum & Kriminal

Kapolres Janji Proses Pelaku Pembunuhan

Kapolres Bima Kabupaten saat memberikan penjelasan kepada keluarga korban.

Bima, Bimakini.- Aksi blokade jalan yang dilakukan warga Desa Rasabou yakni keluarga korban pembunuhan, Dewa Bhakti Negara (20) warga Desa O’o Kecamatan Donggo dimulai sejak pukul 08.00 Wita berakhir pukul 12.20 Wita, Kamis (14/3). Berakhirnya aksi blokade tersebut lantaran kehadiran Kapolres Bima, AKBP. Bagus S Wibowo di lokasi demo sekaligus memberikan pernyataan terkait tuntutan warga.

Kapolres Bima menegaskan tidak akan lari dari tanggung jawab. Yakni tetap mengusut tuntas kasus tersebut, karena dalam penanganan kasus tidak ada istilah toleransi.

“Nah, kalau kita dituding mengabaikan kasus tersebut. Hal itu tidak benar karena hingga saat ini tetap menjalankan proses pengusutan terhadap kasus tersebut,” beber Kapolres dihadapan aksi demo.

Terkait muncul kekecewaan keluarga korban terhadap penanganan kasus, pihaknya  menganggap hal yang wajar. Namun perlu diketahui, penanganan kasus tidak segampang membalikan telapak tangan, karena banyak tahapan yang dilakukan.

“Kita tetap berkoordinasi dengan unsur berkompeten terkait kasus tersebut. Bahkan surat tembusan sudah dikirim ke Panglima TNI,” ucapnya.

Dijelaskan Kapolres, idealnya menyampaikan aspirasi seperti ini tetap menghargai, mengingat keadaan spikologis keluarga almarhum yang menuntut keadilan. Namun disisi lain, hal ini mestinya tidak dilakukan, karena sangat berdampak pada kepentingan umum.

“Tolong aksi blokade seperti ini yang terakhir kali. Karena merugikan pengguna jalan yang melakukan aktivitas,” pinta Bagus.

“Kalau ada masalah sampaikan dengan baik dan santun. Jika saya tidak menyelesaikan masalah ini, sama halnya menyiksa diri,” ujarnya.

Kata Kapolres prosedur penanganan kasus berbeda, karena terduga pelaku sudah lulus sebagai TNI. “Saya salut dan mengapresiasi perjuangan keluarga korban menuntut kadilan hukum. Namun jika belum puas dengan langkah hukum yang dilakukan saat ini, silahkan cari orang orang yang faham hukum sebagai pendamping,” sarannya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 99
    Shares
To Top