Peristiwa

Mesin Perahu Mati, Tiga Hari Terombang Ambing, Warga Lambu Terdampar di NTT

Korban saat diterima Bupati Bima di bandara.

Bima, Bimakini.- Pasangan suami istri Arif Rahma dan Satiara dan keponakannya Syafruddin warga Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima menjadi korban terdampar, karena mesin perahu mati beberapa hari lalu. Setelah ditemukan di Gili Lawa NTT, akhirnya mereka kembali ke Bima.

Mereka dijemput Dinas Sosial Kabupaten Bima. Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menerima kedatangan mereka di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dan memberikan bantuan.

Tiga orang yang dikabarkan menghilang saat mencari ikan di selat Lambu itu, dijembut dari Labuan Bajo NTT dan kembali ke Bima menggunakan pesawat.

Di depan Bupati Bima, Arif Rahman menceritakan kronologis peristiwa yang menimpanya. Saat itu dia bersama istri dan ponaannya pergi melaut menggunakan perahu, namun di tengah laut mesin perahu tiba-tiba mati.

“Mesin perahu yang kami tumpangi mati saat ditengah laut, berkali-kali mencoba nyalakan tapi tidak berhasil, mulai saat itu kami dan perahu diombang ambing gelombang yang sangat besar,” tuturnya.

Kata dia, sejak itu ketiga orang di atas perahu itu tidak makan minum. Namun beruntung perahu ditumpangi tidak bocor, sehingga gelombang membawa perahu itu hingga menepi di Gili Lawa NTT.

“Beberapa hari kami tidak makan saat diperahu, karena lemas, bahkan kami tidak sadar sudah berada di pantai itu, kami ditemukan oleh kapal wisatawan yang pergi ke Komodo,” kata dia.

Setelah ditemukan, dia mengakui dikasih makan dan minum, dan menginap di flores NTT. “Kami bersyukur bisa selamat, terima kasih kepada Pemerintah telah menjemput kami untuk kembali ke Bima,” kata dia.

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE, mendengar cerita itu, merasa prihati terhadap kondisi ketiga warga itu. Tidak bisa membayangkan berhari-hari diombang ambing gelombang yang besar saat berada ditengah laut bersama perahu.

“Kita harus bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk hidup, ini adalah peringatan, kalau setiap beraktivitas kita harus berhati-hati lagi,” katanya kepada ketiga warga itu.

Bupati juga mengimbau, dengan kejadian ini semua warga khususnya nelayan harus lebih berhati-hati dalam mencari nafkah di laut, kondisi perahu harus diperhatikan dengan baik karena itu adalah yang utama keselamatan salama berada di laut.

“Kadang kita mengabaikan hal yang kecil, padahal itu akan berdampak buruk bagi keselamatan hidup kita selama mencari rizki di laut,” ujarnya.

Bupati memberikan santunan berupa uang tunia kepada ketiga korban. Bahkan melalui Dinas Perkim, dijanjikan akan melakukan perbaikan dua unit rumah milik warganya itu. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 458
    Shares
To Top