Peristiwa

Minim, Kesadaran Warga Buang Sampah Pada Tempatnya

ilustrasi

Kota Bima, Bimakini.- Fenomena menumpuknya sampah di Kota Bima diberbagai tempat terlebih ditempat umum belakangan ini terus mendapatkan kritikan berbagai kalangan. TIDak hal ini juga sekaligus menjadi tamparan keras bagi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima.

Hanya saja DLH mengaku pihaknya sudah maksimal dalam membersihkan sampah yang dibuang oleh warga Bima saban harinya sekitar 70 ton. Sistem pengangkutan sampah itu dilakukan mulai dari sepagi buta hingga malam hari dengan berbagai sistem yang telah disusun pihaknya.

“Cuman meskipun dengan berbagai sistem ini masih saja sampah tercecer dimana-mana. Ini murni kurang kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya,” ujar Kepala DLH Kota Bima, Fakhrunraji beberapa waktu lalu.

Bukti kuat warga dengan kesemrawutannya tersebut kata Fakhrunraji, meskipun sudah pihaknya menyiapkan sejumlah tempat untuk membuang sampah sementara seperti halnya kontainer, malah membuang diluar kotak kontainer.

“Jadi kontainernya tetap kosong dan tidak terisi, malah yang dibuang diluar kontainer. Coba aja perhatikan, ini dimana-mana terjadi,” ungkapnya. Seperti dicontohkan Fakhrunraji kontainer yang ditempatkan pihaknya di sekitar Wadumbolo yakni depan Pertamina dan sekitarnya.

Tidak hanya itu beber Fakhrunraji, kebiasaan buruk warga lainya yakni membuang sampah diluar jam yang ditetapkan pihaknya seperti mulai pagi, siang hingga malam harinya.

“Misalnya pagi hari, padahal sudah ditetapkan sejak lama dari jam 5.00 dini hari hingga jam 7.30, malah mereka membuang diatas jam itu seperti jam 8 dan seterusnya,” keluhnya dengan wajah mengkerut.

Padahal katanya di pagi hari pihaknya sudah membersihkan hingga pemandangan kota bersih dan bebas sampah, kini berubah kotor dan tercecer akibat kebiasaan buruk warga.

Tidak hanya warga biasa, para pemilik usaha seperti halnya pemilik toko pada tempat-tempat umum, jua katanya memiliki kebiasaan buruk bahkan membuang sembarangan tanpa disediakan tempat khusus.

“Tolong sekali dan kita minta kerjasama nya, mohon buang sampah pada tempatnya dan sesuai jadwal yang kita tentukan, supaya sama-sama kita jauh dari sampah,” imbuhnya.

Anjuran itu ditekankannya lantaran sumber daya atau ketersediaan yang dimiliki DLH cukup terbatas, seperti halnya jumlah armada trus dan kendaraan lain yang hingga kini belum cukup untuk mobilisasi dan menyasar seluruh kelurahan atau daerah yang ada di Kota Bima.

Dia juga mengimbau warga taat membayar iuran saban bulan uang yang ditetapkannya sebanyak Rp 5 ribu perbulan persatu rumah tangga. “Karena kebanyakan petugas kita sering dikata-katain sampah tidak pernah diambil dan lainnya,” pungkasnya. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 209
    Shares
To Top