Pemerintahan

Pansus Laut Ama Hami Akan Panggil BPN

H Armansyah

Kota Bima, Bimakini.- Sebulan sudah  Panitia Khusus (Pansus) masalah laut Ama Hami dibentuk.  Banyak kalangan mulai memertayakan kerja Pansus, bahkan dinilai mulai dingin.

Namun, hal itu dibantah Ketua Pansus Lau Ama Hami,  H Armansyah, Kamis (14/3). Bahkan akan mengagendakan pemanggilan BPN Kota Bima.

Duta PKS itu mengaku, kerja Pansus Ama Hami tetap pada semangat awal. Beberapa pekan terakhir tidak fokus, karena pihaknya juga membahas masalah lain. “Tidak saja membahas persoalan kawasan Ama Hami,” ujarnya.

Namun, kata dia, banyak agenda dewan yang harus diikuti. “Perlu kami luruskan, sejumlah agenda dewan juga penting untuk diikuti. Apalagi ditambah hari – hari politik jelang Pemilu 2019, membuat kesulitan untuk mencari waktu yang tepat melanjutkan proses pemanggilan sejumlah pihak,” ujarnya di DPRD Kota Bima.

Pansus, kata dia, tidak bisa bekerja sedikit-sedikit. Tapi harus menyeluruh, fokus dan menyita waktu yang lama. Memanggil pihak terkait juga butuh kesiapan dari pihak tersebut.  “Pansus sekarang masih menunggu waktu yang tepat untuk memanggil pihak-pihak terkait. Untuk tahapan selanjut sudah direncanakan  akan kembali fokus,” katanya.

Terutama pemanggilan pihak BPN Kota Bima, pemilik obyek yang ada di kawasan Ama Hami, khususnya pemilik sertifikat. Jika ada yang hanya memiliki SPPT, akan dipanggil kelurahan dan kecamatan yang mengeluarkan SPPT tersebut.

“Untuk rencana pemanggilan BPN Kota Bima, kita akan telusuri sejauh mana sertifikat yang sudah diterbitkan di kawasan itu,” tegasnya.

Nantinya, kata dia, BPN akan ditanyakan mengapa  dikeluarkan sertifikat di kawasan itu. Jika pun ada alasan-alasannya dari BPN, maka perlu didengarkan. Agar bisa ditelusuri lebih jauh lagi.

“Sejarah kawasan itu harus diketahui dulu. Kalau melanggar ketentuan, nanti akan kita putuskan melali rapat Pansus,” jelasnya. (DED)

Share
  • 29
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top