Pemerintahan

Peran Media Sangat Kuat, Jangan Jadikan Opini Sebagai Fakta

Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi, SE

Kota Bima, Bimakini.- Peran media sangat kuat dalam membentuk wacana kebangsaan. Namun ada fakta saat ini, dimana media cenderung terbawa arus yang menjadikan opini sebagai fakta.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi, SE, saat kegiatan Literasi Media dari Masyarakat untuk Bangsa, di aula Hotel Mutmainnah,  Kamis (7/3).

Media juga, kata dia, cenderung kebablasan, memberitakan hal-hal fulgar, kekerasan dan hal tidak konstruktif. Apalagi kekerasan yang kerap muncul di media akhirnya ditiru oleh masyarakat. Dicontohkannya, seperti memeragakan bagaimana cara mencuri.

Di zaman Orde Baru, kara dia, kuat control dilakukan oleh pemerintah. Berbeda dengan saat ini, kadang opini digiring menjadi fakta. “Bukan fakta yang membentuk opini, tapi sebaliknya,” ujarnya.

Ditegaskannya, menjadi jurnalis itu tidaklah mudah. Namun memiliki nilai yang diperjuangkan, yakni kebenaran, keadilan dan menjadikan media sebagai pencerahan.

“Jika ada media yang tidak memperjuangkan nilai-nilai itu, maka kembali ke zaman orde baru. Jangan sampai masyarakat juga akhirnya apriori dengan media,” ujarnya.

Ketua KPI RI, Yuliandre Darwis, Ph.D menyampikan,  literasi atau melek media penting untuk membuka wawasan masyarakat tentang akan haknya terhadap media. Sejalan dengan kewenangannya, KPI menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia.

“Penyiaran itu adalah karakter bangsa yang tidak boleh menghina atau menyinggung orang atau lembaga,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, bagaimana media saat ini yang cenderung menggiring opini menjadi fakta. Namun, dipastikannya untuk lembaga penyiaran, kredibilitasnya dapat lebih dijamin. “Dulu fakta bentuk opini, kini opini seolah menjadi fakta,” ujarnya.

Hadir sebagai pembicara, yakni ANggota Komisi I DPR RI/F. PAN, HM Syafrudin, ST, Praktisi, Hadi Santoso, ST, MM, serta Anggota KPI lainnya.

Hadi Santoso, ST, MM menyampikan, saat ini di daerah jumlah media sangat banyak. Media tumbuh karena Pemerintah Daerah (Pemda) mengakomodirnya.

“Hanya karena diprotes, Pemda mengakomodir, tanpa melihat legalitasnya. Hanya karena soal takut,” bebernya.

Mestinya, kata dia, media harus melihat, apakah media itu telah memenuhi regulasi yang ada atau tidak. Karena bagaimana pun, pemerintah harus berjalan di atas aturan. (IAN)

Share
  • 2
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top