Peristiwa

Banyak TPS, Polda NTB Terapkan Tiga Pola Pengamanan

Bima, Bimakini.- Jajaran Polres Bima, Senin (15/4) menggelar apel pergeseran personel dalam rangka pengamanan masa tenang, pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2019.  Apel pergeseran pasukan dipimpin oleh Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo, SIK yang diikuti oleh seluruh personel Polres dan Polsek, Sat Brimob Bima dan  BKO Polda NTB.

Kapolres Bima  AKBP Bagus S. Wibowo S.ik membacakan  amanat Kapolda NTB. Apel gelar pasukan merupakan representasi dari kesiapan atas tanggungjawab dan kepercayaan  negara dan rakyat Indonesia untuk menjamin keamanan ketertiban demi suksesnya penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019.

Di NTB sendiri tercatat jumlah TPS sebanyak 15.988 buah dengan jumlah pemilih 3.667.253 orang. Jumlah TPS terjadi peningkatan 100 persen dari pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018. Jumlah itu tidak sebanding dengan kekuatan pengamanan Polri. Sehingga pola pengamanan TPS bagi menjadi tiga, yaitu kurang rawan, rawan dan sangat rawan.

Selain itu, kata dia, terjadi perubahan indeks potensi kerawanan pemilu tahun 2019 di mana skor tertinggi kerawanan tingkat kota kabupaten dimensi kontestasi calon DPR , DPRD DPD berada di Sumbawa dan NTB 1. “Marak terjadinya penyebaran fitnah dan hoax di masa kampanye perkiraan adanya politik uang pada masa tenang, perkiraan adanya intimidasi pada saat pungut suara dan  perhitungan surat  suara serta ketidakpuasan atas hasil rekapitulasi penghitungan suara akan menimbulkan kerawanan sehingga dilakukan pergeseran pasukan lebih awal agar personil mengenal karakteristik kerawanan wilayah di mana tempat dilakukan pengamanan,” ujarnya.

Dikatakannya, menghadapi tantangan Rahwana pada tahap pelaksanaan pemungutan suara, personel pengamanan perlu mempedomani beberapa hal. Seperti bersama-sama masyarakat melaksanakan shalat subuh. 30 menit sebelum pelaksanaan pemungutan suara seluruh petugas keamanan sudah berada di TPS.

Berkoordinasi dengan petugas KPPS tentang persiapan kotak suara bilik suara, ruang tunggu tali pembatas kotak pemilihan, nomor urut pemilih, alat mencoblos tanda gambar beserta petugasnya. “Periksa kondisi kotak suara pada saat tiba di TPS dengan cara petugas keamanan TPS bersama KPPS dan linmas memeriksa dan melihat langsung segel kotak suara dan surat suara yang telah diterima di TPS,” ujarnya.

Memonitor dan mengawasi situasi masyarakat di sekitar maupun di dalam TPS.  Melarang masyarakat membawa barang-barang berbahaya.

Petugas pengaman TPS posisinya berada di luar kawasan TPS tindakan kepolisian yang dapat dilakukan oleh petugas pengamanan TPS pada lokasi TPS setelah adanya permintaan bantuan dari KPPS. Apabila pengamanan TPS tidak dapat mengendalikan situasi segera laporkan ke Polsek terdekat untuk meminta bantuan.

Selesai apel gelar pergeseran pasukan kemudian   seluruh anggota yang terlibat Pam TPS menerima uang  makan dan saku  untuk keperluan selama bertugas. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 25
    Shares
To Top