Opini

Koperasi Gaya Baru, Impian Perekonomian Bima

Oleh: Rahmat Zuhair

Rahmat Zuhair

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan (UU No. 25 Tahun 1992). Menjadi hal yang menarik bagi Indonesia ketika koperasi dimasifkan pertumbuhannya karena selain memecah kesenjangan di ekonomi juga menjadi pemecah dalam kesenjangan sosial karena pada dasarnya koperasi memakai asas kekeluargaan.

Permasalahan dibidang pertanian sangat dirasakan diberbagai daerah tertinggal Indonesia, contohnya di Bima, NTB. Permasalahan terkait banyaknya tengkulak dan ekonomi yang seakan akan menjurus pada kapitalisme menjadi momok yang sangat menakutkan dan menjerat masyarakat disana. Di awal bulan Februari 2018, masyarakat dihadapi dengan permasalahan yaitu harga bawang merah yang anjlok yang awalnya 1,3 juta rupiah perkuintal sekarang menjadi 900 ribu rupiah perkuintal (bimakini.com, 2018). Permasalahan seperti ini biasanya diakibatkan oleh kurangnya akses masyarakat dalam pemasaran dan juga kualitas bawang merahnya yang kurang.

Pentingnya Koperasi

Koperasi dulunya menjadi alat yang kongkrit untuk mengkritisi ekonomi kapitalisme yang membuat buruh tidak sejahtera, didalam menjawab permasalahan permasalahan seperti ini koperasi tidaklah menjanjikan untuk jangka pendek tetapi yang dirasakan nantinya adalah jangka panjangnya. Dimana hasil dari penerapan koperasi akan menjamin kesejahteraan untuk semua elemen yang ada di indonesia.

Koperasi dilihat dari segi sosial kemasyarakatan snagatlah penting guna menunjang kedekatan dan rasa simpati antar masyarakat karena pada dasarnya prinsip koperasi ialah menggunakan asas kekeluargaan. Ketika pemerintah menggerakan koperasi sebagai alat untuk memajukan ekonomi akan berdampak pada segi sosial kemasyarakatan tadi, melihat akhir akhir ini banyak ketimpangan sosial.

Koperasi yang sedang berkembang di NTB

Koperasi yang berkembang di Provinsi Nusa Tenggara Barat kebanyakan merupakan koperasi produksi, sejumlah 45,7% (Diskop NTB, 2013). Ini menandakan bahwa masih kurangnya variasi didalam berkoperasi, kedepannya gerakan berkopererasi diharapkan tidak lagi seperti koperasi yang biasanya monoton tanpa kreatifitas. Koperasi yang didalamnya terintegrasi badan badan usaha sangat diperlukan untuk saat ini, pun dimana koperasi tersebut juga terintegrasi dengan teknologi layaknya sistem Go-Jek.

Masih ada 105 koperasi yang masih tetap eksis. Dari jumlah total koperasi yang terdaftar sekitar 182 koperasi. (Diskoperindag, 2017). Peringanan beban pada koperasi yang ada di bima dengan cara mereka diberikan berbagai bantuan. Mulai peralatan pangan, kerajinan serta bantuan lainnya. Sementara untuk bantuan permodalan tidak ada. “Sebab saat ini koperasi dan usaha lain diarahkan untuk meminjam di bank melalu program kredit usaha rakyat (KUR). Dinas hanya membantu memberikan rekomendasi terhadap koperasi. Kalau untuk memberikan modal pastinya tidak bisa. Keberadaan koperasi tentu sangat membantu warga, terutama sekali yang bergerak di bidang perdagangan. Artinya, mereka tidak perlu lagi meminjam modal ke bank subuh (Rentenir, red), yang menarik bunga pinjaman cukup besar dan sangat memberatkan para peminjam. Pemerintah Daerah sangat berkomitmen untuk terus mengembangkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

Potensi penerapan sistem koperasi transportasi online pada koperasi bawang merah di Bima

Koperasi yang digunakan oleh kebanyakan masyarakat kebanyakan adalah sistem koperasi yang membuat masyarakat tidak bergairah dalam melakukan kegiatan berkoperasi. tentunya perlu rebranding sistem koperasi yang baru yang terintegrasi dengan teknologi dan penyesuaian dengan perkembangan zaman. Melihat sesuatu yang baru pastinya masyarakat tertarik penuh dalam melakukan kegiatan perekonomian lewat koperasi karena terkesan tidak jadul. Konsep rebranding koperasi yang diluncurkan oleh Kemenkop dan UKM tentunya bukan hal yang mudah dilakukan mengingat yang ingin kita ubah adalah persepsi masyarakat di daerah 3T yang notabenenya sulit terjangkau oleh fasilitas teknologi terbaru.

Perkembangan koperasi bawang merah kedepannya yaitu dengan membuat beberapa kelembagaan dimana di sistem yang baru ini akan menjadi wadah untuk beberapa unit bidang usaha. Akan ada semacam Toko bawang online (mengingat bahwa harga barang di Bima menurun/ mengurangi rantai pasok), jasa penelitian dan peningkatan kualitas bawang, komunitas petani penghasil bawang merah yang terintegrasi dengan teknologi, jasa tenaga kerja panen bawang di off farm maupun on farm. Semua biang usaha tersebut akan menggunakan sistem seperti yang dilakukan oleh Go-Jek.

Sistem ini akan mengusahakan semua elemen masyarakat terlibat dan dapat menekan angka pengangguran karena semua tingkat sosial di masyarakat akan merasakan dampak daripada  sistem koperasi bawang ini . mengingat Kabupaten Bima, di samping Brebes, merupakan salah satu pemasok bawang merah terbesar di Indonesia. Bawang merah asal Bima memiliki kualitas yang baik dan harga yang murah. Dengan fakta tersebut, pemerintah mengharapkan adanya tambahan produksi bawang merah dari Bima agar Indonesia tak hanya mampu penuhi kebutuhan, tapi juga mampu mengekspor komoditas tersebut.

Penerapan sistem ini pada dasarnya disamakan seperti sitem Go-Jek yang penulis paparkan pada bagian atas, bahwa koperasi bawang merah ini nantinya akan melibatkan seluruh elemen. Mulai dari pemerintah sampai masyarakat kelas bawah akan dilibatkan dan menjadi penggerak. Melalui sistem ini setiap masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan perkoperasian bawang merah ini akan mendapatkan peran masing masing yang sangat strategis. Pada dasarnya manusia diciptakan mempunyai naluri untuk bekerja, maka dengan sistem ini akan ditumbuhkan rasa ingin bekerja tersebut. Kebutuhan dihargai sebagai manusia ternyata lebih penting dalam meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja karyawan dibandingkan dengan kondisi fiisik lingkungan kerja (Teori Efek Hawthorn). Dengan memberikan peran ataupun pekerjaan akan memotivasi seseorang untuk bekerja lebih giat.

Yang kedua adalah pembagian keuntungan yang berkeadilan. Sistem ini berupaya untuk menciptakan rasa adil dalam kehidupan bermasyarakat. Kedepan pembagian sisa hasil usaha dari tiap anggota akan dihitung berdasarkan kreativitas dan produktifitas yang diciptakan. Bukan terkait jam kerja ataupun yang lainnya melainkan setiap anggota wajib membantu pekerjaan yang lainnya ketika sudah selesai dengan pekerjaannya. Kebiasaan seperti ini wajib ditumbuhkan karena akan bermplikasi pada kehidupan sosial kemasyarakatan. Sistem ini akan mendorong kegiatan perekonomian yang dulunya koperasi dirasa tidak menarik akan menumbuhkan kembali semangat berkoperasi karena dengan sistem ini membuat masyarakat percaya diri dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Kendala penerapan sistem koperasi layaknya Go-Jek

Rebranding koperasi di era yang sangat modern ini tentu akan mengalami banyak tantangan diantaranya ketidaktertarikan masyarakat pada koperasi, wajah koperasi yang dipandang bahwa koperasi hanya sekedar toko kecil yang didalamnya dijadikan tempat simpan pinjam uang dan lain lain. Kendala lainnya seperti :

Pertama, kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pengertian koperasi yang sesungguhnya. Kendala ini khususnya di daerah 3T harus dimasifkan lagi dalam penanganannya agar tujuan nawacita dengan membangun indonesia dari pinggiran lebih optimal lewat koperasi yang asasnya kekeluargaan

Kedua, ketidaktahuan masyarakat terhadap sistem koperasi yang terintegrasi dengan teknologi. Penanganan kendala seperti ini tentunya harus melibatkan pemuda millenial ataupun lewat program pengabdian masyarakat mahasiswa. Tentunya pemerintah perlu mendukung juga dalam memasifkan peran teknologi pada koperasi yang lebih millenial.

Tugas Kita Kedepannya adalah bersama sama mengawal kedaulatan rakyat dari orang orang yang ingin mengambil keuntungan dari keluguan yang ada didalam masyarakat. Dengan Cara menawarkan solusi alternatif yang lebih memihak dan menguntungkan masyarakat. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1832
Share
  • 113
    Shares
To Top