Hukum & Kriminal

Polisi Selidiki Penyebar Perdana Screenshot Percakapan Group WA “PILPRES 2019”

Kompol Yusuf Taurizi, SIK

Kota Bima, Bimakini.- Pasca-menyebarluasnya screenshot yang berisi percakapan antara Kapolres Bima Kota dan jajarannya dalam sebuah grup WhatsApp sejak Jumat lalu, mulai ditelusuri polisi. Terutama siapa penyebar hoax yang menggegerkan institusi seragam coklat tersebut.

Pasalnya tegas Kapolres Bima Kota melalui Wakapolres Kompol Yusuf Tauziri, SIk, screenshot tersebut dipastikan pihaknya murni berita bohong atau hoax. Karena pihaknya tidak mungkin melakukan hal demikian.

“Kita telusuri dulu siapa sebenarnya yang menyebarkan screenshot percakapan itu. Karena kemarin lebih banyak beredar duluan di luar daerah Bima,” ucap Wakapolres, Sabtu (30/1), diruangannya.

Seraya menelusuri penyebar hoaks tersebut papar Wakapolres, pihaknya juga nantinya akan mendalami aktor siapa dibalik penyebar serta pembuat awal berita bohong tersebut. Sehingga akan diseret ke meja hukum.

Wakapolres kembali menegaskan, screenshot itu dipastikan hoax, mengingat perkembangan teknologi modern yang kian pesat. “Karena dari perkembangan digital ini, bisa saja ada oknum yang sengaja mengedit percakapan tersebut dengan membuat sedemikian komplit, seperti nomor kami, nama dan lainnya. Itulah hebatnya teknologi dan bisa disalahgunakan,” urainya.

Diakuinya, pihaknya sangatlah tidak mungkin untuk membuat pernyataan seperti demikian. Terlebih pihaknya adalah polisi yang notabene harus bersikap netral serta atau menjadi menengah bagi masyarakat.

“Sangatlah tidak benar kami sebagai polisi memproklamirkan diri untuk memilih salah satu pasangan calon. Tidak benar dan tidak mungkin,” tegasnya.

Jumat siang lalu seperti diketahui, media sosial dihebohkan dengan menyebar-luasnya percakapan melalui grup akun WhatsApp atas nama Kapolres Bima Kota yang nekat mengancam para perwira untuk memenangkan Paslon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1.

Dalam percakapan tersebut juga menginstruksikan kepada para perwira agar membuat masing-masing 1 baligo untuk dipasangkan di desa atau kelurahan masing-masing dengan target menang minimal dibawah 60 persen. Jika instruksi tersebut tidak dilakukan maka Kapolda NTB konon langsung mengevaluasi kinerja para Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 223
    Shares
To Top