Peristiwa

Tari Kolosal Doro Mantika dan Tambora  Takdir Cinta, Pukau  Penonton di FPT

Tarian yang ditampilkan di acara FPT 2019.

Dompu, Bimakini.- Acara Puncak Festival Pesona Tambora (FPT) 2019 yang digelar di –padang savana Doroncanga, Kamis (11/4) mempersembahkan Tarian Kolosal Doro Mantika dan Tarian Tambora Takdir Cinta. Tarian kolosal itu berhasil memukau seluruh masyarakat dan undangan yang hadir di acara FPT.

Kedua Tarian  ikut menyemarakkan FPT 2019 yang dilaksanakan di Kawasan Doroncanga, Desa Doropeti Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, NTB. Untuk Tarian Kolosal “Doro Mantika” menampilkan sekitar 400 penari. Tarian itu menggambarkan tentang bagaimana kehidupan masyarakat sebelum meletusnya Gunung Tambora pada 11 April 1815.

Dalam bahasa Dompu dan Bima sendiri, Doro Mantika artinya gunung nan indah, dengan pemandangan alami yang asri dan hijau. Tarian  Doro Mantika itu sendiri mendapat sambutan hangat pengunjung.

Tarian itu juga sebagai ucapan selamat datang kepada Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuty, Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel CZI Ahmad Rijal Ramdani, SSos, SH, MHan, perwakilan Kapolda NTB, serta  undangan lainya.

Tarian kolosal Doro Mantika dilakukan oleh laki-laki dan wanita itu, mengisahkan  tentang adat istiadat masyarakat Dompu yang bermatapencaharian petani. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah menganugerahkan kekayaan alam melimpah di Bumi Nggahi Rawi Pahu, sehingga masyarakat bisa hidup damai dan sejahtera.

Tarian Doro Mantika  berdurasi 20 menit ini adalah buah karya  dan arahan dari seniman dan budayawan muda Dompu, Fuad Al Katiri dan koreografi, Dian Syahroni serta didampingi oleh seniman, Deny Malik.

Teriknya mentari tidak menyurutkan ratusan penari untuk membawakan Tarian Doro Mantika itu. Diiringi musik khas Bima dan Dompu yang begitu menggema, membuat para penonton dan undangan  ikut larut, ditambah kelincahan ratusan penari di atas hamparan rumput yang hijau.

Bupati Dompu, H Bambang M Yasin mengapresiasi dan ikut terharu menyaksikan tarian Doro Mantika itu. “Seperti inilah yang saya inginkan, para pemuda Dompu punya kreativitas untuk memajukan daerahnya,” katanya.

Bupati juga berharap acara Festival Pesona Tambora yang dimulai sejak tahun 2013 lalu itu tetap berkelanjutan dan selamanya.

Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuty juga mengaku takjub atas persembahan tarian Kolosal “Doro Mantika” tersebut. Kendati diakuinya masih harus ditingkatkan kreatifitasnya baik jumlah penari maupun gerakan-gerakan serta musiknya lebih profesional.

Apalagi acara FPT ini salah satu empat acara yang sudah masuk di Wonderful Indonesia. “Ini juga sebagai langkah untuk meningkatkan kunjungan wisata,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menyebut bahwa tarian Kolosal tersebut sebagai ekspresi kebahagiaan masyarakat Dompu. Ini juga dalam rangka menuju dan mendukung NTB Gemilang.

Artinya melalui NTB Gemilang, gubernur ingin memastikan Dompu nyaman dikunjungi semua orang. Bukan saja nyaman bagi masyarakat, tapi juga para investor. “Festival ini secara sederhana adalah replika dari keberadaan masyarakat gemilang,” katanya.

Sejarah Tambora juga, kata gubernur, merupakan Geopark Internasional yang pernah mengubah peradaban dunia. Bahkan akibat meletus gunung Tambora menghentikan keserakahan dan perang besar kala itu. “Festival Pesona Tambora harus terus dikemas, agar bisa mengguncang dunia lagi,” katanya.

Usai persembahan tarian Kolosal “Doro Mantika” para tamu undangan menikmati alunan lagu “Tambora” dan tarian “Tambora dan Takdir Cinta”. Namun sebelumnya saat memasuki tenda utama para tamu undangan disambut dengan tarian “Wura Bongi Monca”.

Tarian ini kerap dipersembahkan jika ada tamu pemerintah yang berkunjung ke Dompu. Acara puncak FPT ditutup dengan penampilan penyanyi Idol Indonesia Helena yang mempersembahkan beberapa lagu. (JUN/Adv)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 82
    Shares
To Top