Politik

C1 Plano Dua TPS Penaraga Diduga Dipalsukan

Suasana saat rekepitulasi suara tingkat PPK.

Kota Bima, Bimakini.- Rekapitulasi perhitungan suara ditingkat PPK Raba berlarut. Persoalan diduga di dua TPS Kelurahan Penaraga, terjadi kecurangan, yakni pemalsuan Dokumen C1 Plano khusus Partai Nasdem.

Pantauan Bimakini.com, Selasa (30/4) malam sejumlah saksi partai memboikot proses rekapitulasi dua TPS di Kelurahan Penaraga. Saksi bersikukuh menduga telah terjadi pemalsuan dokumen hingga adanya penggelembungan suara salah satu caleg di dapil 1.

Massa pendukung sejumlah caleg memenuhi kantor Kecamatan Raba untuk mengawal dugaan kecurangan tersebut.

Informasi berhasil dihimpun  BimaEkspres, mandeknya proses rekapitulasi setelah ditemukan C1 Plano khusus Partai Nasdem dimana nama caleg tertera asal Dapil 2. Selanjutnya  dicoret dan ditulis tangan dengan caleg dapil 1, bahkan kolom nama hingga 12.

Antara data form C1 tidak sama dengan C1 Plano. Senin malam (29/4) kembali saksi dan pendukung menemukan kejanggalan untuk kedua kalinya. Di dalam C1 Plano TPS 13, khusus Partai Nasdem kosong, tanpa centang dan hanya ada tulisan raihan suara bagi salah satu caleg.

Kemudian tidak dicantumkan berapa jumlah DPT, Surat Suara Terpakai dan rusak, kelebihan jumlah pemilih tak sesuai DPT dan  DPTb.  Pemalsuan ini diduga dilakukan oknum KPPS untuk memenangkan salah satu caleg.

Tidak terima dengan adanya dugaan itu, salah satu saksi Partai Nasdem, M Ali Hanafi melaporkannya ke KPU dan Polisi.

Ali Hanafi menyampaikan, nama para calon legislatif di lembaran C1 Plano Partai Nasdem di TPS 13 ditulis tangan oleh petugas KPPS. Setahunya, lembaran resmi milik negara tersebut tidak boleh ditulis tangan, karena nama para caleg sudah sendirinya tertulis dalam lembaran C1.

Selain itu, terdapat 12 kolom nama caleg di dalamnya, padahal dalam C1 Plano yang asli terdapat 10 kolom. Tentu saja hal tersebut menurutnya telah melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Saya sudah laporkan hal tersebut ke KPU, setelah ini saya juga akan melaporkanya ke Polisi,” ungkapnya saat berada di Kantor KPU Kota Bima, Selasa (30/4).

Ali Hanafi juga meminta agar persoalan tersebut segera diberikan klarifikasi dan jawaban secara terbuka oleh KPU. Sebab, dugaan adanya pemalsuan dokumen tentu merugikan pihaknya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Bima Mursalim menyampaikan, laporan tersebut disampaikan secara lisan oleh saksi Nasdem. Kendati demikian, pihaknya tetap menindaklanjutinya dan akan memeriksa kebenaran.

Pihaknya akan turun langsung untuk mengecek keaslian C1 Plano yang dianggap bermasalah itu. “Kami akan turun tangan dan akan tindaklanjuti masalah ini,” ujarnya. (DED)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 34
    Shares
To Top