Peristiwa

Mantan Kades Kananga Akui Jual Aset Desa, tapi…

Ketua BPD Kananga, Khaerruahman, SSos

Bima, Bimakini.- Mantan Kades Kananga, MN mengaku telah menjual aset desa yang berlokasi di watasan Desa Rato seluas sekitar 7 are senilai Rp 30 juta. Selain itu MN juga mengakui telah menggadaikan tanah milik desa yang berlokasi di watasan Desa Sondosia dengan luas sekitar 24 are sebesar Rp 20 Juta.

Akan tetapi, kata dia, hal itu sudah dikoordinasikan dengan para tokoh desa setempat. Bahkan mendapat petunjuk dari para tokoh  itu.

“Saya tidak serta merta jual dan gadai aset desa. Tapi sudah berkoordinasi bahkan mendapat petunjuk dengan mantan Kades yakni H Anwar,” ujar MN saat dikonfirmasi, Kamis (2/5).

Dijelaskannya, tanah yang dihibahkan warga tersebut sempat diambil alih oleh Pemda Bima. Tapi melalui perjuangan panjang pihaknya, akhirnya aset itu bisa kembali dikuasai oleh Pemdes Kananga. Perlu diketahui, kata dia, saat memperjuangkan tanah tersebut, pihaknya mengaku banyak menghabiskan tenaga dan materi.

“Saya akui jual aset desa yang berlokasi di watasan Desa Rato. Yakni sebagai ganti rugi materi yang telah dihabis saat memperjuangkan aset di Sondosia yang sebelumnya diabil alih Pemda,” ungkap dia.

Kalau dituding menjual sepihak, hal itu tidaklah benar karena realitanya. Semua yang dilakukan atas petunjuk dan kordinasi dengan unsur yang berkompeten di desa setempat.

“Setelah ada petunjuk para tokoh saya menjual aset itu. Yakni sebagai kompensasi atas biaya yang sudah saya keluarkan,” kilahnya.

Kemudian terkait aset yang digadaikan itu, pihaknya akan menebus kembali sekitar September mendatang.

“Saya gadaikan aset itu karena terdesak untuk biaya pengobatan istri saya di Mataram. Dan insya Allah September mendatang akan saya keluarkan,” tuturnya.

Dia berharap pada Pemdes setempat untuk benar-benar menertibkan seluruh aset yang ada. Bukan saja masalah tanah. Tapi juga fasilitas lainnya seperti motor dinas Sekretaris, TV, Kamera, Saund Sistem, Komputer dan lainnya.

“Semua aset ini harus ditertibkan. Bukan saja masalah tanah. Tapi semua aset yang menjadi milik desa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Kananga, Khaerruahman, SSos menyampaikan, penjualan aset yang berlokasi di watasan Desa Rato tersebut pihaknya tak mengetahuinya. Akan tetapi menyangkut aset yang berlokasi di watasan Desa Sondosia pihaknya mengetahui bahwa tanah itu kembali atas perjuangan mantan Kades M Nur SH.

“Saya pernah diajak sama mantan Kades terkait aset yang ingin diambil alih oleh Pemda tersebut. Tapi kalau menyangkut aset yang dijual di watasan Desa Rato saya tidak tahu,” ujarnya.

Terkait dengan persoalan tersebut selaku BPD akan memfasilitasi pertemuan dengan menghadirkan beberapa orang yang terlibat didalamnya. Untuk mendengar keterangan atas persoalan tersebut.

“Insya semua tokoh akan kita undang juga dalam pertemuan itu, yang Insya Allah akan berlangsung di Aula BPD, Sabtu (4/5) mendatang,” pungkasnya. (YAN)

Share
  • 4
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top