Pendidikan

Tahun Ini, SMAN 2 Wawo Hanya Loloskan 27 Siswa Jalur SMPTN

Bima, Bimakini.- Tahun ini Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Wawo, hanya mampu meloloskan siswa yang ikut bidik misi sebanyak 27 siswa dengan pencian 11 siswa melalui SMPTN dan 16 siswa melalui SPAN Universitas Islam Negeri (UIN).

Kepala SMAN 2 Wawo, Muhtar, S.Pd, mengatakan, jumlah itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 46 siswa yang tersebar di pulau Jawa, Sulawesi, dan NTB. Namun, untuk Provinsi NTBSulawesi  tahun lalu ada empat siswa yang didiskualifikasi di Universitas Mataram (Unram). “Kita tidak tahu alasan kampus, sehingga empat siswa bidik misi miskin gagal mengikuti kuliah di sana,” ujarnya di sekolah setempat, Sabtu (25/5).

Pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini, kata Muhtar, SMAN 1 Wawo meluluskan siswa seratus persen dengan jumlah peserta sebanyak 109 siswa. Nilai tertinggi untuk jurusan IPA dengan mata pelajaran Bahasa Inggris 225, sedangkan nilai terendah ada di jurusan IPS dengan nilai 110. “Tradisi lulus seratus persen terus dicapai oleh SMAN 1 Wawo dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Tentu, kata mantan Kepala SMAN 1 Wawo ini, bagi siswa yang lulus bidik misi untuk siswa miskin agar memanfaatkan kelulusan itu dengan baik, karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Apalagi, mereka mendapatkan beasiswa hingga menjadi sarjana. “Jika ada siswa kita yang tidak memanfaatkan itu pihak kampus akan mendiskualifikasi sekolah untuk tidak boleh mengirim siswanya dalam beberapa tahun. Dendanya cukup berat dan lama baru bisa dipercaya lagi,” katanya.

Dia berharap tahun ini jajaran SMAN 2 Wawo akan menerima siswa lebih dari seratus siswa, sedangkan bagi siswa yang mengikuti seleksi untuk masuk perguruan tinggi dapat memberikan contoh terbaik bagi adik-adiknya dengan memerlihatkan kemampuan bahwa siswa SMAN 2 Wawo mampu bersaing dengan sekolah lain di seluruh Indonesia.

“Doa kami selalu menyertai anak-anak agar berprestasi lebih baik dan lebih tinggi lagi. Untuk data siswa yang lolos sebagai TNI dan Polri hingga hari ini belum sempat  didata karena jarang anak-anak yang melapor khusus mengenai kelulusannya,” katanya. (NAS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 69
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top