Peristiwa

Diduga Peras Turis, Oknum Porter dan Sopir Taksi Bandara Bima Diberhentikan

I Kadek Yuli Satriawan, SI, Kom, SSIT

Bima, Bimakini.- Pihak otoritas Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, sudah mengambil sikap  atas beredarnya video Porter yang diduga memalak wisatawan asing. Tindakan diberikan, yakni pemberhentian sementara, meski proses masih berjalan di kepolisian.

“Kami sudah menggelar rapat dengan bagian Koperasi di Bandara, hasilnya, diberhentikan oknum porter dan sopir taksi yang ada dalam video itu,” jelas Kepala Bandara Bima, I Kadek Yuli Satriawan SI. Kom, SSIT di ruangannya Senin (10/6).

Kata dia, terhadap dua orang itu, pihak Bandara telah mencabut PAS-nya dan membuat surat pernyataan untuk tidak bekerja lagi sebagai porter dan sopir di Bandara Bima.

“Sambil menunggu proses hukum dari kepolisian terkait beredarnya video itu. video  yang beredar itu hanya sepotong, tidak ada proses awalnya, namun kalau dia benar mengangkut barang, biaya 10 ribu itu tidak sesuai,” ujarnya.

Namun  jika tidak mengangkut barang, terus meminta uang, itu lain lagi ceritanya. “Kejadian dalam video itu sudah lama, petugas dan polisi saja tidak tahu kejadian seperti yang diunggah dalam media sosial itu,” kata dia.

Sopir taksi itu ikut diberhentikan, karena tidak peduli saat kejadian itu, apalagi mengangkut wisatawan asing. “Dua orang itu ditindak tegas oleh Koperasi sendiri, kami hanya mengambil PAS,” kata dia.

Dari 16 porter, hanya 14 orang yang hadir saat pembinaan, termasuk yang bermasalah. Mereka sudah siap untuk berubah dan membuat mekanisme untuk lebih kompak lagi. Selain di bawah tangungjawab Koperasi, porter itu sendiri nanti ada yang mengkoodinir supaya lebih tertib.

Kedepan pihaknya akan mengundang dari Dinas Pariwisata atau tenaga Bahasa Inggris untuk melakukan training.

“Mereka akan diberikan trening bahasa Inggris, supaya dapat menguasai Bahasa Inggris yang biasa digunakan sehari-hari dalam hal memberikan pelayanan kepada wisatawan asing di Bandara,” katanya.

Supaya lebih bijak dalam menyelesaikan setiap keluhan pelayanan di Bandara, Kadek mengimbau untuk segera melapor ke pihak berwenang karena itu hirarki.

“Spabila ada kasus begini, laporkan ke pihak bandara atau polisi, supaya ada tindakan cepat, sebab itu hirarki yang harus diikuti,” harapnya. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 858
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top