Pemerintahan

Ini Juara Lomba TTG Bappeda dan Litbang Kota Bima

Penyerahan hadiah pemenang lomba TTG.

Kota Bima, Bimakini.- Memeringati Hari Ulang Tahun ke-17 Kota Bima 10 April 2019 lalu, Bappeda Litbang Kota Bima mengadakan Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG). Jum’at (14/6) diumumkan pemenangnya, juara pertama berhasil diraih dosen STKIP Bima.

TTG yang dilombakan merupakan hasil kreativitas dan inovasi perorangan atau kelompok peserta yang berasal dari kalangan umum, pelajar hingga akademisi di wilayah Kota Bima. Sementara tim penilai dari unsur Bappeda Litbang Kota Bima dari berbagai bidang.

Berdasarkan hasil penilaian tim Bappeda Litbang yang diumumkan pada tanggal,  14 Maret 2019. Juara I diraih oleh Muhammad Subhan dari Prodi Fisika STKIP Bima dengan inovasi berupa Pembangkit Listrik Daur Ulang.

Juara II diraih oleh Nurul Prisani dan Laily Nuramdani dari Kelurahan Matakando dengan inovasi berupa alat Elektrofiltrasi. Juara III diraih oleh Devi Adelia dkk dari SMAN 2 Kota Bima dengan inovasi berupa alat Alat Pengering Padi.

Juara IV diraih oleh Herman Efendi dari Kelurahan Ntobo dengan inovasi berupa alat Pupuk Organik Cair (POC). Juara V diraih oleh Furkan dari STKIP Bima alat Robot ramah lingkungan (pemungut sampah).

Para pemenang mendapatkan hadiah berupa sertifikat dan piagam penghargaan serta uang tunai, masing-masing senilai Rp.6.000.000,00 (enam juta rupiah) bagi juara pertama,  Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) bagi juara II, Rp. 4.000.000,00 (empat juta rupiah) bagi juara III, Rp. 3.000.000,00  (tiga juta rupiah) bagi juara IV, dan Rp. 2.000.000,00 (dua Juta Rupiah) bagi juara V.

Juara I, II, dan III selanjutnya mendapatkan pembinaan dari Bappeda Litbang untuk diikutsertakan dalam lomba inovasi TTG tingkat Provinsi NTB yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019.

Sekretaris Bapedda dan Litbang Kita Bima, Ir Tafsir menyerahkan hadiah. Disampaikannya, TTG yang dilombakan harus memenuhi berbagai persyaratan dan kriteria alat. Antara lain dapat membantu/mempercepat proses pekerjaan, baik dari usaha pertanian, peternakan, perkebunana dan kehutanan, maupun bidang industri yang berskala kecil.

Selain itu, inovasi tersebut harus bersifat mudah didiseminasikan dan diadopsi masyarakat. Teknologinya dapat diaplikasikan dalam skala industri kecil, bahan baku yang digunakan berbasis lokal. Skala investasi dan manajemen terjangkau oleh masyarakat, temuan inovasi teknologi mempunyai manfaat yang berkelanjutan, serta mudah dalam perawatan teknologi yang dihasilkan.

Belasan peserta  perorangan maupun grup mendaftarkan karyanya selama periode  4–27 Februari 2019, dengan mengisi formulir sekaligus deskripsi secara tertulis tentang gambaran umum alat, spesifikasi produk yang dihasilkan dan penjelasan-penjelasan mengenai sistem mekanisme kerja alat. (DED)

Share
  • 9
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top