Pemerintahan

Meski  di Paris, Bupati Pantau Kasus Korban Gigitan Anjing Gila

Korban mendapat perawatan medis.

Bima, Bimakini.- Gigitan anjing diduga terinfeksi virus rabies kembali menggegerkan warga. Beberapa anak di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menjadi korban keganasan anjing tersebut.

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, SE, dari Paris Pranscis, memantau perkembangan kasus tersebut. Bahkan telah memerintahkan tim terpadu untuk memberikan penanganan dan tindakan cepat mengantisipasi gejala lain.

“Saya sudah terima informasinya, tim sudah turun ke lokasi untuk mengecek penanganan dan memberikan tindakan kepada korban,” jelasnya via WhatsApp, Senin (17/6).

Kata dia, tim yang dibuntuk itu dari petugas dinas terkait dan kecamatan. Mereka langsung bekerja, apabila terjadi penyerangan anjing diduga terinfeksi rabies.

“Penanganan saja yang dapat dilakukan oleh petugas kami, kalau ada korban yang digigit oleh anjing diduga rabies,” katanya.

Sementara Kasubag Pemberitaan Humas Pro Kabupaten Bima, Zainuddin, SS, mengatakan, peristiwa gigitan anjing masih diduga rabies. Dugaan dimaksud sebagai bentuk kewaspadaan akan kemungkinan terburuk.

“Belum dilakukan pemeriksaan sampel cairan otak anjing untuk memastikan terinfeksi rabies atau tidak,” jelasnya.

Kata dia, peristiwa gigitan anjing diduga rabies, berawal salah seorang korban yang sedang berjalan. Tetiba  digigit, begitupun anak yang menolong menjadi korban.

“Pada hari itu juga para korban ditangani oleh Puskesmas Bolo sesuai SOP yang ditetapkan, yakni setiap orang yang digigit anjing wajib dicuci luka gigitan tersebut dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit,” katanya.

Lukanya diberi anti septik seperti betadin atau alkohol lalu kemudian sudah diberi suntikan Vaksin anti Rabies (VAR) sebanyak 2 dosis hari pertama dan 1 dosis hari ke 7 dan 1 dosis hari ke 21.

Kata dia, Bupati Bima telah memerintahkan kepada Dinas Peternakan untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait melakukan uji laboratorium untuk memastikan adanya virus rabies atau tidak.

“Terkait dengan rabies,  Kabupaten Bima sudah dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB ) sejak awal tahun ini,” katanya.

Lanjut dia, penyakit rabies ini disebut penyakit zoonosis karena penularan dari hewan ke manusia. Untuk itu, instansi teknis yang menangani yaitu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, segera melakukan langkah antisipatif.

” korban, telah dilakukan penanganan antisipatif melalui faksinasi kepada korban.  Alhamdulillah sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 110
    Shares
To Top