Hukum & Kriminal

Polisi “Pelototi” Dugaan Mark-Up ADD Waduruka

Penyidik Tipidter Polres Bima Kota tengah mengecek dugaan Mark up sejumlah item proyek ADD di Desa Waduruka.

Bima, Bimakini.- Penyidik Tipidter Polres Bima Kota kini intens memplototi dugaan penyalahgunaan sejumlah item Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Waduruka, Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima tahun anggaran 2017 silam.

Sejumlah item dugaan penyalahgunaan atau Mark Up tersebut antara lain pada beberapa proyek pembangunan yang tidak dikerjakan mulai dari pembelian tanah untuk lapangan Desa Waduruka, pagar masjid, pagar kantor desa, Pustu dan sejumlah item lainnya.

“Dari beberapa item proyek ini dananya bersumber dari ADD pada tahun 2017 lalu dan diduga kuat banyak terjadi penyelewengan,” ungkap Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim, Iptu Hilmi Manossoh Prayugo kepada wartawan.

Untuk mengetahui sejauh mana arah penyelewengan serta perbedaan anggaran, polisi bahkan meminta Dinas Pekerjaan Umum Kota Bima untuk menghitung perbedaan anggaran serta hasil pekerjaan fisik.

“Kenapa kita pakai Dinas PU Kota Bima dan tidak memakai PU Kabupaten, karena menurut kita agar pikiran masyarakat tidak berimbang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Biar adil lah,” urai Hilmi dituangkannya.

Polisi bersama Dinas PU, pekan lalu sudah turun langsung ke Desa Waduruka untuk melihat langsung sejumlah item proyek yang dimaksud. “Sekarang kita masih tunggu perhitungan PU Dan jika ada potensi kerugian negara akan dilanjutkan,” tukasnya.

Untuk diketahui, ADD di Desa Waduruka pada tahun anggaran 2017 lalu sekitar 1,4 Miliar dan dugaan Mark up sekitar ratusan juta rupiah. “Karena satu proyek saja seperti

untuk pembelian tanah untuk lapangan desa saja Rp 220 juta, belum lagi item Anggaran lain,” tutup Hilmi. (IQO)

 

Share
  • 64
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top