Ekonomi

10 Ribu Sapi Bima Dikirim Keluar Daerah Jelang Idul Adha

Sapi yang dikirim ke luar daerah.

Bima, Bimakini.- Menjelang hari raya Idul Adha atau Idul Qurban, sedikitnya 10 ribuan ekor sapi asal Bima dikirim ke sejumlah provinsi besar di Indonesia menggunakan berbagai armada laut.

“Sampai hari ini saja tercatat sudah ada 9500 ekor sapi yang kita menggunakan berbagai armada laut. Mulai dari kapal kayu hingga tol laut,” ucap Kepala Syahbandar Bima, Ilyas Natsir menjawab Bimakini.com, Senin (22/7).

Ilyas yang didampingi sejumlah stakeholder mulai dari Kapten Kapal Tol Laut, dokter di Karantina Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyebutkan proses pengiriman ternak jenis sapi tersebut sudah mulai dilakukan sejak beberapa bulan terakhir hingga kini.

Tercatat ada sejumlah provinsi besar di Indonesia yang menjadi tempat tujuan pengiriman, seperti halnya DKI Jakarta, Banten, Bogor dan sejumlah wilayah lainnya yang banyak membutuhkan hewan ternak jenis sapi untuk qurban idul Adha nanti.

Lebih jauh dijelaskan Ilyas, untuk pengangkutan armada tol laut saja, pihaknya mampu mengirim hingga 700 ekor ukuran sapi dan maksimum sekitar 500 ekor sapi. Belum lagi menggunakan kapal kayu yang jumlahnya sekitar belasan unit kapal. “Tergantung ukuran sapi dan cara proses pengaturan lagi,” alurnya.

Sementara itu Kepala Bidang Agribisnis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir Mahmud mengatakan, untuk tahun 2019 ini saja, Bima mendapatkan jatah 1200 ekor sapi untuk pengiriman keluar daerah dengan tujuan sejumlah provinsi besar.

Permintaan itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Dimana papar Mahmud tahun 2019 lalu pihaknya mengirim sebanyak 8200 ekor sapi. “Semoga tahun berikutnya terus meningkat. Cuman kendalanya kita di jumlah armada,” urainya.

Kendala armada yang dimaksud Mahmud, pihaknya kewalahan dalam menentukan armada laut saban tahunnya dan untungnya tahun ini sudah ada tol laut yang mampu mengangkut sedikitnya 550 ekor sapi persekali muat. Belum lagi penambahan armada kapal kayu.

Sebenarnya pihaknya mengaku berkeinginan kuat untuk mengirim jumlah sapi yang lebih banyak, hingga tidak terjadi keributan seperti beberapa hari yang lalu warga mengamuk ke Dinas Peternakan lantaran adanya pengurangan kuota pengiriman. Warga bahkan mengancam memblokade pelabuhan.

Untungnya kata Mahmud, kini bisa teratasi berkat kerjasama dan komunikasi yang baik antara berbagai stakeholder seperti Syahbandar serta tol laut. “Semoga bisa begini terus ditahun-tahun setelahnya dan bisa terus bertambah,” harapnya. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4
Share
  • 1.7K
    Shares
To Top