Opini

Kuliah Kerja Nyata, Momentum Bagi Mahasiswa untuk Mengabdikan Diri Pada Masyarakat

Oleh: Muhammad Ali, MM.

Muhammad Ali

Setiap perguruan tinggi harus melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. Kuliah kerja nyata merupakan salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Para mahasiswa setelah menempuh studi selama enam semester akan mengikuti kuliah kerja nyata. Dimana mereka akan ditempatkan pada suatu desa/kelurahaan di kota atau kabupaten.

KKN merupakan momentum bagi para mahasiswa untuk dapat mengabdikan diri kepada masyarakat. Untuk mendedikasikan diri pada masyarakat dimana mereka melaksanakan KKN. Teori dan konsep yang telah mereka dapatkan di kelas akan diimplementasikan di lapangan. Mahasiswa KKN tentu saja diharapkan untuk dapat melaksanakan program kerja yang sesuai dengan latar belakang perguruan tinggi atau disiplin ilmu yang mereka miliki.

Mereka diharapkan untuk dapat mengidentifikasi apa saja potensi desa/kelurahan yang kemudian dapat dijadikan sebagai dasar acuan perumusan program kerja selama satu atau dua bulan ke depannya. Dalam melaksanakan program kerja, mereka diharapkan untuk dapat menjalin komunikasi dan sosialisasi agar masyarakat dari berbagai elemen seperti aparatur desa/kelurahan, tokoh agama, tokoh pemuda, karang taruna dan lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan program kerjanya.

Pelaksanaan program kerja yang sukses adalah bukan pada seberapa banyak bahan dan materi yang dihabiskan tetapi seberapa tinggi tingkat partisipasi masyarakat di dalamnya. Seberapa tinggi antusiasme dan keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan program kerjanya. Apabila para mahasiswa mampu menjalin dan mengikat hubungan emosional dengan masyarakat, menyosialisasikan program kerjanya dengan baik akan berdampak pada tinngginya tingkat partisipasi masyarakat di dalamnya. Masyarakat akan bersedia membantu dan menolong mereka dalam melaksanakan program kerjannya.

Para mahasiswa seringkali terjebak setiap kali melaksanakan program kerjanya tingkat partisipasi masyarakat di dalamnya masih rendah. Hal ini menunjukkan kurangnya kemampuan mereka dalam menjalin komunikasi dan hubungan emosional dengan elemen masyarakat. Padahal, program kerja yang mereka laksanakan adalah program kerja yang diperuntukan bagi masyarakat. Program kerja yang mereka susun berdasarkan potensi desa/kelurahan yang di dalam melaksanakannya sangat membutuhkan partisipasi dan bantuan elemen masyarakat. Mahasiswa KKN adalah pelaksana program, tidak membawa program apalagi dana yang digunakan untuk pelaksanaan program. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya partisipasi dan keikutsertaan masyarakat.

Para mahasiswa yang ingin mendedikasikan dan mengabdikan diri pada masyarakat akan berupaya sekuat tenaga dan pikiran serta daya dan upayanya untuk dapat melakukan yang terbaik menurut kemampuan mereka. Bertanya kepada diri mereka apa yang dapat mereka berikan kepada masyarakat, bangsa, dan  negaranya sebagai wujud adanya dedikasi dan pengabdiannya pada masyarakat.

Mereka harus dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun bangsa dan negaranya melalui kuliah kerja nyata. Masyarakat dimana mereka melaksanakan KKN membutuhkan peran sertanya dalam menggali potensi dan merealisasikannya dalam program kerja nyata. Membantu masyarakat dalam memberdayakan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Sebagai contoh, para mahasiswa dapat membantu masyarakat untuk berwirausaha, menciptakan atau mengembangkan UMKM yang sudah ada. Mereka dapat menghubungkan masyarakat dengan pemerintah desa/kelurahan. Dan ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk membantu pemerintah agar dapat mengalokasikan anggaran dana desa (ADD) sesuai dengan prioritas pembangunan desa/kelurahan. Selain itu, mereka juga dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat agar memiliki ketrampilan sebagai bekal mereka untuk dapat berwirausaha. Membantu masyarakat untuk menciptakan UMKM baru. Mereka juga dapat membina UMKM yang sudah ada dengan meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen SDM, keuangan, produksi, dan pemasarannya. Dengan demikian UMKM tersebut dapat berkembang dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Masyarakat di desa/kelurahan dapat dibagi ke dalam dua kelompok. Pertama, kelompok masyarakat yang belum memiliki usaha atau berwirausaha. Kedua, kelompok masyarakat yang sudak memiliki usaha. Bagi masyarakat yang belum memiliki usaha, mereka dapat membantunya agar mereka dapat berwirausaha dengan memberikan pelatihan, memberikan pengetahuan serta pandangan. Sedangkan bagi kelompok masyarakat yang sudah memiliki usaha, mereka dapat membantunya agar usahannya dapat berkembang.

Sedangkan bagi mahasiswa KKN dari perguruan tinggi lain dapat melaksanakan program kerja sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Bagi mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi kesehatan akan melaksanakan program kerja yang terkait dengan pemberdayaan kesehatan masyarakat. Bagi mahasiswa yang berasal perguruan tinggi pendidikan akan melaksanakan program kerja yang terkait dengan pemberdayaan pendidikan masyarakat dan begitupula seterusnya.

Mahasiswa KKN harus memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap kehidupan masyarakat. Adanya perhatian dan kepeduliannya dapat ditunjukkan dengan memanfaatkan waktunya selama berada di lokasi dengan maksimal. Dengan melaksanakan program-program kerja yang telah dirumuskannya bersama masyarakat dengan sungguh-sungguh. Berkolaborasi dan bersosialisasi dengan element masyarakat agar setiap programnya dalam dilaksanakan dengan baik sehingga dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Membantu masyarakat untuk mewujudkan keinginan dan harapannnya sehingga keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di sela-sela waktu pelaksanaan program kerja, para mahasiswa dapat bersosialisasi dengan masyarakat agar hubungan keakraban dan emosional dapat terjalin. Melakukan diskusi-diskusi kecil untuk memperoleh informasi serta gambaran tentang bagaimana karakater masyarakat, pola dan gaya hidup, cara pikir, pendidikan, agama, adat serta budaya kehidupan masyarakat. Yang kedepannya wawasan dan pengetahuan tentang semua itu akan bermanfaat bagi mereka untuk terus mengabdikan dan mendidikasikan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara.

Banyak hal yang mahasiswa KKN dapat lakukan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Dalam perannya sebagai the agent of change (agen perubahan) mereka juga dapat memberikan pandangan tentang bagaimana masyarakat dapat meningkat kehidupan perekonomiannya, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Sehingga masyarakat tidak memiliki cara berpikir dan berwawasan tradisional yang tidak memungkinkan mereka untuk dapat mengembangkan segala potensi yang mereka miliki.

Masyarakat pada umumnya memiliki cara dan pola pikir yang berbeda dengan mahasiswa sebagai kaum intelektual. Sehingga momentum KKN merupakan kesempatan bagi mereka untuk memberikan dan mengubah cara pandang dan berpikir masyarakat. Penulis meyakini bahwa setiap desa/kelurahan memiliki potensi yang dapat diberdayakan. Tetapi barangkali potensi tersebut tidak dapat diberdayakan karena kurangnya wawasan, pengetahuan serta ketrampilan masyarakat untuk memberdayakannya. Ada desa/kelurahan yang memiliki potensi air yang berlimpah, produksi peretanian seperti jagung, kacang-kacangan, pisang, sayur-sayuran, buah-buahan serta umbi-umbian. Bahkan bagi yang tidak memiliki banyak potensipun mahasiswa KKN dapat memberikan pandangan serta cara-cara yang masyarakat dapat lakukan untuk memberdayakan potensi yang mereka miliki. Melatih, mendidik serta memberdayakan masyarakat.

Potensi-potensi desa/kelurahan tersebut harus dapat dikelola dan diberdayakan dengan baik. Sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan kehidupan perekonomian masyarakat. Selain itu, mahasiswa KKN juga dapat mendorong masyarakat agar dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya berwirausaha. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Agar masyarakat dapat berwirausaha dengan memberdayakan potensi yang dimilikinya. Membantu masyarakat untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Momentum KKN adalah kesempatan bagi para mahasiswa untuk dapat mengabdikan diri pada masyarakat dengan baik. Memiliki jiwa pengabdian dan dedikasi yang tinggi pada masyarakat. KKN dilaksanakan dan diprogramkan hanya sekali karena tidak ada jaminan bagi mereka akan dapat melaksanakannya dua kali dan seterusnya. Melewati masa-masa KKN tidak akan dapat dirasakan manfaat dan kesan-kesan positifnya apabila mereka tidak melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

Akhirnya, KKN merupakan suatu program yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Agar para mahasiswa dapat merasakan manfaat dan kebermaknaannya dan apa yang mereka programkan dan laksanakan bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat yang telah banyak merasakan manfaat dari program kerja yang dilaksanakan akan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para mahasiswa KKN. Bahkan masyarakat akan merasa sulit dan berat untuk berpisah dengan mereka yang dirasakan telah menjadi bagian dari mereka. Tidak jarang akhir dari proses KKN, baik para mahasiswa maupun masyarakat akan menangis dan meneteskan air mata karena beratnya berpisah dan meninggalkan antara satu sama lain. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (*)

Penulis adalah dosen STIE Bima

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top