Hukum & Kriminal

Bupati  Bima  Laporkan BM ke Polda NTB Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Tim Kuasa Hukum Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE saat melaporkan BM di Mapolda NTB.

Kota Bima, Bimakini.- Belum selesai menjalani proses hukum di Polres Bima, karena dugaan penghinaan Kapolres Bima Kota, kini BM, berurusan dengan penyidik Polda NTB. BM pun diterbangkan ke Mapolda NTB, Senin.

BM diproses Polda NTB setelah dilaporkan oleh  Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, SE atas dugaan pencemaran nama baik.

Melalui tim kuasa hukumnya, istri mendiang Ferry Zulkarnain tersebut melaporkan BM yang juga merupakan pimpinan Redaksi Media Online ini tertanggal 25 Juli 2019 dengan nomor laporan LP/160/VII/2019/NTB/SPKT.

“Sudah ditangani oleh Subdit V Ditreskrimsus Polda NTB. Saat ini baru dimulai tahap penyelidikannya,” ungkap Kapolda NTB melalui Kabid Humas Polda NTB,  Kombes Pol Purnama SIK saat dikonfirmasi via ponsel.

Dijelaskan mantan Kapolres Dompu tersebut, AM alias BM disangkakan dengan pidana Pencemaran Nama Baik melalui Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Yang bersangkutan katanya juga diduga terlibat dengan kasus serupa di Polres Bima Kota dengan korban Kapolres Bima Kota.

BM disangka melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE yang berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.

Ancaman hukuman untuk pasal ini lanjut Purnama, dipidana penjara paling lama empat tahun dan atau denda paling banyak Rp 750 juta. Purnama mengungkap,  awalnya Bupati Bima melalui kuasa hukumnya baru mengajukan pengaduan saja. Dimana beberapa hari kemudian,  pengaduan ditindaklanjuti dalam bentuk laporan yang diterima oleh penyidik tanggal 25 Juli 2019.

“Pengaduannya beberapa hari yang lalu. Dikuasakan oleh Kuasa Hukumnya. Tolong dibedakan antara Pengaduan dan Laporan Polisi. Laporan Polisi tersebut dibuat setelah adanya pengaduan. Laporan polisi tersebut menjadi dasar penyidikan,” jelas Purnama.

Purnama mengimbau kepada masyarakat atau siapapun juga untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan medsos terutama dalam menyebarkan atau mendistribusikan ujaran, gambar, video atau postingan lain.

“Karena ketika seseorang merasa dirugikan, tentunya punya hak untuk melaporkan kepada Polri. Cerdaslah dalam bermedsos,” ujar Purnama. Ditambahkannya, Polri mempunyai tugas dalam menguji perbuatan tersebut melalui penyidikan apakah perbuatan tersebut pidana atau bukan, untuk menegakkan hukum dalam mewujudkan adanya suatu keadilan dan kepastian hukum.

Sementara itu, informasi terakhir yang diperoleh wartawan Senin (29/7), AM dibawa ke Polda NTB untuk dilakukan pemeriksaan di Unit Ciber Crime Polda NTB atas laporan Bupati Bima tersebut.

Kabid Humas Polda pun, membenarkan dibawanya AM ke Polda untuk kepentingan pemeriksaan.

Namun, belum bisa dipastikan apakah AM akan ditahan atau tidak. AM dibawa ke Polda NTB, setelah sebelumnya di tahan Sat Unit Narkoba karena dalam hasil tes urinenya dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

Meski positif, tidak ada bukti yang menyertai penahanan AM. Hingga dua hari menginap di sat narkoba, AM langsung diserahterimakan ke Polda NTB senin kemarin. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 236
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top