Peristiwa

Peternak Sapi Mengamuk, Pegawai Disnakkeswan Kabur Ketakutan

Pegawai Dinas Peternakan yang lari dari ruangan.

Kota Bima, Bimakini.- Puluhan peternak sapi dan pemilik sapi dari Kecamatan Madapangga, Jumat (19/7) kemarin mengamuk di kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima. Akibatnya para pegawai lari kabur ketakutan meninggalkan pekerjaan mereka masing-masing hingga kantor yang berada dekat Kantor Pemkot Bima tersebut.

Aksi membabi buta para peternak hewan sapi tersebut dilakukan saat mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk memprotes kebijakan dinas peternakan yang tiba-tiba mengurangi jumlah jatah pengiriman sapi mereka menjelang Idul Qurban menjelang jadwal muatan.

“Masa’ ia dari jatah kita awalnya 200 ekor tiba-tiba dikurangi menjadi 98 ekor. Jatah dikurangi malah disuruh ambil CV lain dan CV ini padahal sudah punya jatah sebelumnya,” protes para peternak didampingi pemilik CV, Parsan kepada Bima Ekspres kemarin.

Mereka mendesak agar mencabut kembali keputusan tersebut lantaran dinilai merugikan para peternak dan CV. Jika tidak ancam mereka, akan terus menduduki Disnakkeswan hingga memblokade tol laut yang memuat sapi untuk persiapan Idul Qurban tersebut.

Amukan warga makin menjadi-jadi ketika melihat kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tiba-tiba kosong melompong lantaran semua pegawai tidak berada di ruangan karena kabur ketakutan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir Abdollah kepada Bima Ekspres membeberkan perubahan keputusan itu awalnya sesuai dengan keputusan bersama dengan menghadirkan semua pemilik CV termasuk CV Mitra Sakti yang bermasalah tersebut.

“Selang beberapa lama tiba-tiba pemilik CV datang lagi dan katanya keputusan tersebut ditolak para peternak. Padahal sudah ditanda tangani. Ya kita tidak bisa berbuat banyak kalau sudah begini, tapi nanti kita usahakan mencari jalan terbaik,” ujarnya.

Jalan terbaik yang dimaksud ungkap Abdollah, dengan kembali mengundang dan membicarakan kembali keputusan yang telah disepakati bersama dengan berbagai pihak seperti Sahbandar, Kesbangpolinmas dan stakeholder lainnya.

“Kalau sudah begini ya harus ada yang dikorbankan. Jalan terbaik nanti kita cari karena tinggal sebentar lagi jadwalnya,” terangnya.

Jadwal muatan menggunakan tol laut tertera terakhir dilakukan pada Senin depan tanggal 22 Juli. Dimana jatah total muatan persatu kali angkut sekitar 500 lebih ekor sapi. Sapi-sapi tersebut direncanakan akan dikirim ke sejumlah daerah utamanya wilayah barat seperti DKI, Banten dan Bogor. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 102
    Shares
To Top