Peristiwa

Qori Cilik Asal Bima Tampil Memukau di Pontianak

Qori cilik asal Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, Alam Mubarak (11).

Bima, Bimakini.- Qori cilik kelahiran Bima 30 April 2008 asal Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, Alam Mubarak (11) tampil memukau saat mengikuti STQ Tingkat Nasional di Pontianak -Kalimantan Barat (Kalbar) yang dimulai Sabtu (29/6) hingga Jum’at (5/7) . Tampil di hari keempat, Rabu (3/7) lalu mewakili Kafilah asal Sulawesi Selatan, buah hati Pasangan Suami Istri (Pasutri) Ahmad Suherman dan Arafah merupakan warga Desa Bolo Kecamatan Madapangga itu mampu menghipnotis para pengunjung STQN saat itu.

Karena mampu melantunkan Ayat ayat Al Qur’an dengan variasi dan lagu yang sangat indah, penampilan Qori cilik tersebut membuat para pengunjung gemes, hingga setelah turun dari mimbar tilawah didatangi sekaligus diwawancara oleh Reporter TV dan Radio Republik Indonesia (RRI) wilayah Pontianak – Kalbar.

Orang tua Alam Mubarak yang juga Qori Nasional, Ahmad Suherman, mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena buah hatinya sudah berhasil tampil dengan baik tanpa gerogi sedikit pun. “Alhamdulilah dia tidak demam panggung. Tapi tampil sangat rileks dan mental luar biasa sehingga membuat gemes para pengunjung,” ucap Ustadz Suherman melalui WhatsAppnya, Jum’at (5/7).

Cerita Ustadz. Suherman, setelah turun dari mimbar tilawah, spontanitas Reporter TV dan RRI Pontianak datang mewawancara. Lanjutnya, Alam saat itu diwawancara terkait identitas, nama orang tua dan juga nama guru ngaji. “Reporter juga sempat menanyakan prestasi yang diraih selama ikut tilawah,” jelasnya.

Lanjutnya, pada ajang STQN ini, buah hatinya tembus sepuluh besar dari 34 Qori perwakilan setiap Provinsi. Saat ini Alam tampil perdana pada level Nasional, walau belum berhasil meraih juara, buah hatinya tidak berkecil hati. “Kita anggap kegagalan ini adalah keberhasilan yang tertunda. Yang penting sudah berusaha nanti akan indah pada waktunya,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia, saat ini putra sulungnya mengemban ilmu di MIN 3 Bima Desa Rade. Karena kegigihannya, dia mampu meraih juara 1 sejak kelas I hingga kelas V.

“Kita ada niat untuk menyekolahkan Alam ke Sulawesi. Tapi unsur yang ada di MIN 3 Bima meminta agar buah hatinya tetap di situ karena berbagai hal,” pungkasnya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 4.7K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top