Hukum & Kriminal

Berkas Perkara Dua Eks Kadis Dikpora Dilimpahkan

Kasat Reskrim IPTU Hilmi Manossoh Prayugo, SIk

Kota Bima, Bimakini.- Setelah memeriksa dua tersangka yang merupakan eks Kadis Dikpora Kota Bima berinisial AY dan SY hingga mantan Sekda dan Sekda terkini, Penyidik Tipidkor Polres Bima Kota akhirnya melimpahkan berkas kasus pembayaran gaji ASN terpidana ST ke Kejaksaan Negeri Raba Bima.

Penyerahan berkas dua tersangka yang kini  masih menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Kominfostik di Kita Bima tersebut, dilakukan penyidik Rabu (31/7) bersama dengan tim Tipidkor Polres Bima Kota.

“Setelah dilimpahkan ke kejaksaan atau tahap satu ini oleh penyidik pagi ini, selanjutnya penyidik menunggu hasil penelitian dari kejaksaan,” ujar Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim IPTU Hilmi Manossoh Prayugo, SIk kepada bimakini.com, Rabu.

Pun jika hasil penelitian dan evaluasi belum jua dinyatakan tidak lengkap pada tahap satu ini, pihaknya mengaku akan siap melengkapi kembali kasus yang menghebohkan jagad Bima dengan terpidana ASN SE tersebut.

Seperti diberikan sebelumnya, AY dan SY disebut membayar gaji mantan Kabid Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) itu, meski sudah berstatus sebagai terpidana. Atas perbuatannya, negara dirugikan sekitar Rp 165 juta. Karena SE masih menerima gaji dari 2015 hingga 2017. Sementara, pada 2013 ia terlibat kasus pencucian uang. Kasusnya ditangani Polda Jogjakarta.

Setelah bergulir di pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung, dia dinyatakan bersalah dan dihukum selama 8 tahun penjara, pada 2015 silam. Meski telah berkekuatan hukum tetap, SE diketahui masih menerima gaji hingga tahun 2017. Sehingga negara dirugikan Rp 165 juta.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, setiap pegawai negeri yang terlibat tindak pidana, bisa diberhentikan sementara. Atau, di beberapa kasus, yang bersangkutan harus dipecat dengan tidak hormat. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 82
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top