Pendidikan

Madrasah Digital, Upaya Tangkal Konten Negatif di Medsos

Kegiatan Madrasah Digital di aula Pemkot Bima, Sabtu.

Kota Bima, Bimakini.- Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia, memfasilitasi kegiatan Madrasah Digital yang dilaksanakan di aual Kantor Wali Kota Bima, Sabtu (31/8). Kegiatan  dengan tema “Generating Positive Islamic Content in Internet Through Millenilial Generetion to Eradicate Terorism Content” yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan milenial itu dilaksanakan hingga Ahad (1/9).

Kegiatan dibuka Asisten I Setda Kota Bima,   Drs Supratman,  MAP,  pihak dihadiri Polres Bima Kota, Kodim 1608 Bima, Forum Umat Islam (FUI) Bima, serta stakeholder lainnya.

Press Assistant Kedubes Amerika, Kresna Soegio menyampaikan, kegiatan ini salah satu bentuk dukungan terhadap penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggungjawab. Apalagi, saat ini di era digital, informasi mengalir tanpa verifikasi.

Bahkan, kata Kresna, orang dapat membuat konten tentang apa yang dipikirkannya. Selanjutnya disebar dan menjadi viral, tanpa memverifikasi, apakah kontens tersebut akan berdampak positif atau sebaliknya memprovokasi.

“Sekarang dengan mudah menuangkan apa yang dipikirkan,  disebarkan dan viral.  Tapi tanpa verifikasi   akan konten  tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, di madrasah digital ini, peserta diajarkan membuat konten positif.  Ini bisa menjadi bekal mengatasi  hoax atau berita bohong.

Menurutnya, ini  tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di AMerika. Maka, perlu ada kerjasama semua pihak untuk mengatasi  masalah ini.  “Semoga kita menjadi konsumen informasi  yang cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Bima,   Drs Supratman,  MAP   menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, memberikan dukungan atas kegiatan tersebut.  Bagaimana peserta bisa belajar  menggunakan  internet  secara positif,  membuat konten positif,  dan menghapus konten negatif.

“Sekarang  teknologi  berkembang  dengan pesat,  tidak bisa dibendung. Informasi  selalu hadir digenggaman kita.  Begitu  dahsyatnya informasi yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Maka, kata dia, generasi  millenial harus memahami dampak positif  dan negatifnya. Juga memainkan peran sebagai agen perubahan, inovator dan  promoter. “Generasi muda harus kreatif, inovatif, serta mengembangkan wawasan,” terangnya.

Disamping itu, kata dia, kegiatan  ini untuk mewujudkan kesatuan  NKRI.  “Semoga kita bijak memanfaatkan  media  sosial,   karena akan memberikan  efek luar biasa.  Kita sering  kali langsung  menyerap  informasi  dan itu fatal tanpa verifikasi,” ujarnya.

Salah satu nilai yang harus dipegang generasi millennial Bima adalah “Maja Labo Dahu”. Takut akan melakukan hal-hal negatif dan berdampak buruk secara sosial. Memegang prinsip-prinsip nilai agama, serta menaati undang-undang. “Moto Maja Labo Dahu ini harus dikembangkan,” pungkasnya. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top