Pendidikan

“Ngusu Waru” Perlu Masuk Kurikulum Lokal

H Muhammad Lutfi, SE

Kota Bima, Bimakini.- Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi, SE   menegaskan pentingnya keberadaan kurikulum tambahan “Pendidikan Karakter” yang mengupas tentang kearifan lokal. Seperti Nggusu Waru bagi siswa Sekolah Dasar (SD) maupun Menengah Pertama (SMP).

Hal itu disampaikan saat  menerima Dewan Pendidikan Kota Bima,  Kamis (29/8) di Ruang Rapat Wali Kota. Hadir Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs H Mukhtar, MH, Asisten, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima.

Dewan Pendidikan periode 2019 -2024 bertemu Wali Kota untuk menjabarkan Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dewan Pendidikan juga turut berpengaruh dan memberikan andil dalam Sistem Pendidikan di Indonesia.

Wali Kota Bima mengungkapkan adanya pendidikan karakter, karena gelisah atas keadaan siswa-siswi akhir-akhir ini yang semakin melupakan adab dan etika ketimuran. Terutama melupakan semboyan Maja Labo Dahu.

Guru, kata dia, harus menjadi  suri tauladan, bukan hanya bagi siswa tapi bagi semua orang. Sehingga guru betul-betul dituntut untuk memberikan cerminan yang terbaik bagi anak yang dididiknya.

“Budaya tebang pohon jangan pernah ada lagi hari ini, anak-anak penerus kita harus mengenal budaya menanam pohon saja. Misalnya kita wajibkan menanam pohon setiap kenaikan kelas. Kita ajarkan budaya menghijaukan lingkungan kepada mereka,” ungkapnnya.

Dalam pertemuan itu, Dewan Pendidikan Kota Bima menyatakan kesiapannya membantu Wali Kota Bima memajukan dunia pendidikan. Seperti mendorong dan menghidupkan kembali peran komite sekolah. Sosialisasi tentang peran dan tanggung jawab sekolah berkaitan dengan sistem akreditasi  , menunjang karier guru, hingga akan mengadakan seminar pendidikan bagi guru atau tenaga pendidik sehingga kualitas semakin meningkat. (DED)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 7
    Shares
To Top