Ekonomi

Pemkot Bima Dinilai tidak Siap Realisasikan Rp12, M untuk Ciptakan 10 Ribu Wirausaha Baru

H Armansyah

Kota Bima, Bimakini.- Anggota DPRD Kota Bima menuding Pemkot tidak siap dan gagal merealiasikan anggaran belanja bantuan program menciptakan 10 ribu wirausaha sebesar Rp 12,5 miliar. Karena hingga Agustus, realisasi berlum berjalan. Hal itu anggota DPRD Kota Bima, H Armansyah, beberepa waktu lalu.

“Inikan indikasi gagalnya Pemkot Bima merealiasikan anggaran bantuan tersebut, padahal sudah dialokasikan,”  ujarnya.

Menurut Armansyah, alokasi anggarannya   sudah ditetapkan melalui  APBD Kota Bima tahun 2018. Mestinya realisasinya tidak molor hingga masuk pembahasan APBD P.

“Namun bila dilihat jeda waktunya sudah sangat lama, harusnya anggaran tersebut sudah dapat direalisasikan. Sementara saat ini hampir memasuki bulan September,” terangnya.

Ini, kata dia, menjadi pertayaan besar bagi masyarakat,  apakah benar Pemkot Bima sudah siap menciptakan 10 ribu wirausaha baru. Itu harusnya segera dijawab oleh perangkat pemerintah.

Untuk itu dirinya bisa memastikan bahwa seluruh perangkat pendukung pelaksanaan  program menciptakan 10 ribu wirausaha baru digagas pemerintah gagal. Seluruh perangkat pendukung, mulai dari aturan dan SDM ternyata belum ada sampai saat ini.

Sementara untuk memaksimalkan apa menjadi tujuan bantuan Rp 12,5 miliar harus didukung seluruh perangkat yang memadai. Mulai dari tim pengawas sampai pendampingnya. Sehingga besar kemungkinan nantinya kalaupun direaliasikan tidak tepat sasaran.  Hanya memenuhi hasrat kepentingan politik balas jasa saja.

“Bagaiman bisa direalisasikan perangkat aturan dan sdmnya aaja sampai saat ini tak ada, makanya saya sasarannya politis,” tegasnya.

Harusnya sejak direncanakan, sudah disiapkan regulasinya bagaimana,  tim awasi dan dinas terkait sudah siapkan regulasi dan perangkat usaha, pengembangan dan perlindungan usaha. Ini dibicarakan akan-akan terus kapan mau dibagikan.

“Untuk diketahui oleh masyarakat dan pemerintah, bahwa membuka atau menciptakan wirausaha baru itu tidak mudah. Bukan hanya membagikan modal usaha, nanti kalau 10 ribu wirausaha baru ini menghasilkan produk bagaimana dengan pemasarannya,” katanya.

Jika dipasarkan di Kota Bima tidak mungkin, konsumen terbatas. Belum lagi soal hukum ekonomi, jika produk banyak harga akan murah dan bersaing.

“Ini juga harusnya sudah mulai dipikirkan pemerintah, jangan hanya berencana namun selanjutnya tak tahu apa daya dukung berkelanjutan bagi dunia usaha di bangunnya,” pungkasnya. (DED)

Share
  • 6
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top