Ekonomi

Penggurus BUMDes Ndano Akan Diberhentikan tidak Hormat

Kades Ndano, Mulyadin H. Syukur

Bima, Bimakini.- Penggurus BUMDes “Jaya Bersama” Desa Ndano, Kecamatan Madapangga, akan diberhentikan secara tidak terhormat. Karena keterbatasan kemampuan dalam menjalankan tugas serta mengelola usaha dengan baik.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi pihak BPD yang telah melakukan kerja secara marathon selama dua hari.

Kepala Desa (Kades) Ndano, Mulyadin H. Syukur, Ahad (25/8), membenarkan BUMDes Jaya Bersama yang terbentuk sejak 2017- 2019 akan diberhentikan secara tidak hormat. Hanya saja secara adminstrasi belum dilakukan.

“Pemberhentian ini sudah secara lisan. Insya Allah secepatnya akan dilakukan secara administrasi,” tuturnya.

Dijelaskannya, pemecatan pengurus BUMDes tetap dilakukan, namun masih menunggu proses pertanggungjawaban terkait pengelolaan dana. Selain itu,  pengurus BUMDes juga harus mengembalikan dana yang ditengarai bermasalah.

“Kalau pengurus BUMDes sudah menyampaikan pertanggungjawabannya. Kita akan terbitkan SK pemecatan,” ujarnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ndano, Muhlis S.Pd mengatakan, penggurus BUMDes yang telah diberhentikan akan menyampaikan laporan serta pertanggung-jawabannya. Selain itu, setiap rapat kedepan akan mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT dan RW, seperti keinginan massa aksi termasuk tokoh pemuda akan diundang.

“Pemberhentian juga didasari hasil audensi. Semua sepakat pengurus Bumdes harus diberhentikan,” ujarnya.

Dirinya berharap, apa yang menjadi harapan masyarakat pada umumnya bisa terwujud sehingga tidak memunculkan masalah baru. Selain itu sangat perlu diselesaikan mengingat dana tersebut adalah bersumber dari Negara yang juga merupakan hak rakyat. “Semoga masalah ini bisa terselesaikan dengan baik,” harapnya. (KAR)

Share
  • 184
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top