Ekonomi

Premium di Bima Mulai Langka?

Antrian panjang pada salah satu SPBU untuk BBM jenis premium.

Kota Bima, Bimakini.- Beberapa hari terakhir ini, stok bahan bakar jenis premium pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota dan Kabupaten Bima nampak mulai terbatas. Terbukti antrian kendaraan menggular panjang lantaran stok Premium yang lebih cepat habis.

Pantauan Bimakini.com pada sejumlah SPBU di Kota maupun Kabupaten Bima, mengumumkan bahwa stok bahan bakar jenis premium habis. Bahkan sempat terjadi keributan lantaran adanya aksi protes dari pemilik kendaraan lantaran petugas lebih mendahulukan pelayanan untuk pemilik jeriken.

TIDak pelak kondisi ini membuat warga khususnya pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat khawatir, akan kelangkaan BBM jenis premium. Sebagian warga bahkan hendak ingin menyetok premium di rumahnya.

“Sampai keliling SPBU nyari premium tapi sudah habis semua. Padahal masih siang. Ga biasanya begini. Ada apa?,” Tanya saja satu warga kota Bima dengan nada heran, Andri Selasa (27/8) kemarin.

Opsi terakhir, Andri mengaku terpaksa mengisi bahan bakar minyak jenis lain seperti Pertamax. Andri juga mengaku esok pagi akan siap membeli BBM jenis premium dengan jeriken untuk  persediaan stok sepeda motornya.

Sales Executive Retail Wilayah NTB PT Pertamina, Sigit Wicaksono menjelaskan, dalam penyaluran BBM, Pertamina tetap mengacu pada kuota yg diberikan BPH Migas. Dimana untuk NTB sendiri saja katanya yang menaungi seluruh kabupaten dan kota mengalami over 11 persen dari kuota yang ditetapkan.

Upaya yang lakukan akhirnya kata dia dengan menyesuaikan penyaluran dengan sisa kuota yang ada sehingga tidak terjadi kelangkaan yang masif diakhir tahun.

“Sekarang Kami sedang mengupayakan komunikasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi ini. Tapi yang bisa dipastikan adalah Pertamina menjamin ketersediaan BBM Non Subsidi sebagai alternatif sehingga kegiatan masyarakat tidak terganggu,” urai Sigit.

Lebih lanjut dijelaskannya, munculnya kepanikan warga dan kelangkaan premium karena dipicu banyaknya spekulan atau pengecer BBM yang ramai-ramai menimbun premium. Karena menurut Sigit, pihak SPBU harus mengutamakan terlebih dahulu pengguna kendaraan bermotor baru melayani konsumen non kendaraan bermotor atau yang menggunakan jeriken.

“Yang non kendaraan ini pun harus disertai surat keterangan atau rekomendasi dari pemerintah daerah. Baru bisa mendapatkan BBM bersubsidi. Kalau tidak,  ya memang premium tidak akan mencukupi,” tukasnya.

Sementara itu, Operasional Head PT Pertamina Wilayah Bima, Yudo memastikan bahwa ketersediaan stok BBM mencukupi sesuai dengan yang ditargetkan.

Yudo mengaku, pihaknya hanya bertugas menyalurkan saja jatah BBM yang dimiliki setiap SPBU.

“Kami menyalurkan BBM sesuai dengan jatah yang sudah ditetapkan. Stok aman,  kapal pengangkut BBM juga baru masuk, ” tandasnya. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 511
    Shares
To Top