Olahraga & Kesehatan

Warga Keluhkan Fasilitas Puskesmas Bolo

Bima, Bimakini.- Warga Kecamatan Bolo mengeluhkan fasilitas di Puskesmas setempat. Pasalnya, kondisi ruangan rawat inap tidak layak sehingga berpengaruh pada perubahan kesehatan pasien. “

Ruangan rawat inap tidak memenuhi standar. Masa jumlah pasien sampai empat orang padahal idealnya tidak boleh seperti itu,” ujar Furkan, Senin (26/8).

Kata Furkan, selain jumlah pasien banyak, di ruangan tersebut tidak ada fasilitas pendukung seperti WC. Padahal kata dia, WC itu harus ada setiap ruangan karena hal itu merupakan standar kenyamanan. “Pasien kalau mau buang air harus keluar ruangan dengan jarak yang lumayan jauh,” tuturnya.

Begitu pun dikatakan Syarifudin, kondisi ruangan rawat inap sudah tidak layak lagi untuk menampung pasien. Karena lanjutnya, semua kosen sudah lapuk karena usia. “Bangunan ruangan rawat inap harus direhab total. Semua kosen sudah rusak dan sekarang sedang ganti,” ucapnya.

Sebagai Puskesmas sentral, mestinya harus diperhatikan oleh pemerintah daerah bukan diabaikan seperti itu. “Pelayanan di Puskesmas Bolo boleh dibilang nomor satu. Tapi fasilitas nomor sepuluh yakni jauh dari Puskesmas lainnya,” tukasnya.

Sementara itu, Supriyadi, mengungkapkan, pemerintah daerah tutup mata terhadap kondisi Puskesmas Bolo. Hal itu bisa dibanding dengan Puskesmas lain seperti di Kecamatan Woha, Parado, Donggo dan Soromandi.

“Empat Puskesmas yang saya sebut itu dapat dana pembangunan di atas Rp 7 miliar. Jika dilihat tingkat pelayanan sangat jauh dibanding di Puskesmas Bolo yang setiap saat tidak pernah lengah dari kunjungan warga dan pasien,” ucap Yadin sapaannya.

Dirinya sangat menyesalkan sikap pemerintah yang apatis untuk membantu mengalokasikan dana rehab atau lainnya untuk Puskesmas setempat. “Kita di Bolo hanya dengan cerita Puskesmas lain diberikan dana pembangunan. Sedangkan untuk Puskesmas Bolo kita harus gigit jari,” ujarnya.

Warga lainnya, Armin, mengatakan, pemerintah bisa mempertimbangkan kondisi Puskesmas Bolo saat ini. Dimana kata dia, selain tidak memiliki fasilitas pendukung seperti WC di ruangan rawat inap, Puskesmas setempat dinilai kurang luas dibanding Puskesmas lainnya. “Puskesmas Bolo memang selalu dikucilkan. Untuk mendapatkan mobil ambulance saja, pemerintah harus menunggu teriak warga,” ungkap Armin.

Dirinya berharap apa yang menjadi keluhan warga saat ini bisa diakomodir oleh pemerintah sehingga terjadi pemerataan. “Pemerintah jangan tinggal diam. Lakukan apa yang harus dilakukan sehingga Puskesmas setempat bisa indah sekaligus terwujud kenyamanan,” tutupnya.

Terkait hal ini, Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S. Kep, tidak memberikan komentar banyak. Namun menyampaikan, kita hanya bekerja semaksimal mungkin untuk mewujudkan pelayanan terbaik, kalau masalah itu tanyakan langsung kepada pemerintah atas,” pungkasnya. (KAR)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 8
    Shares
To Top