Ekonomi

Bandara Bima Harapkan tidak Ada Gangguan Listrik

PLTGM 50 MW Bonto dan PLTU Bonto diharapkan  kedepannya dapat memenuhi kebutuhan listrik di Bima-Dompu.

Bima, Bimakini.- Kasi Tehnik dan Operasi  Bandara Suultan Muhammad Salahuddin Bima, Punto  W berharap agar tidak ada gangguan listrik. Pasalnya, akan berakibat fatal bagi penerbangan.

Dikatakannya, di Bandara Bima, terkadang listrik tidak stabil, sehingga sistem dapat terganggu. Jika bermasalah, maka sistem navigasi mati dan pesawat di udara, dapat kehilangan petunjuk arah.

“Sistem listrik  akan berpengaruh  bagi pesawat.  Jika mati,  pesawat  bingung.  Jalur blank.  Cek poin hilang dan pesawat bisa nyasar,” ungkapnya saat Custemer Gathering dengan PLN UP3 Bima dalam rangka Hari Pelanggan Nasional di aula Hotel Mutmainnah, Rabu (4/7).

Lanjutnya, biasanya pada jam operasional  normal,  namun malam terganggu.  Sementara, nativigasi  penerbangan harus berfungsi selama 24 jam.  “Dengan pertemuan seperti ini,  bisa sharing  tentang keluhan pelanggan,” ujarnya.

Manager PLT UP3 Bima, Maman Sulaiman,  mengaku akan menjadikan itu sebagai atensi. Apalagi bandara adalah objek vital. “Di Bandara Bima masih reguler,  maka mengirimkan  satu sumber,” ujarnya.

Kata dia, perlu ada skema khusus di Bandara, seperti di Bandara Soekarno Hatta. Saat bertugas di Banten, dahal itu dapat diwujudkan dan diterapkan di  di Bima.

Sementara itu, perwakilan PLN Mataram, Anton, menyampaikan, di PLN  ada standardisasi mengatasi  masalah.  Apalagi, jaringan  rentan pengaruh  eksternal.  “Menyebabkan blackout.  Bisa karena pohon  dan petir,” ujarnya. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top