Politik

Calon BPD Maria yang Berstatus PNS “Dicuekin”

Pemungutan suara pengisian anggota BPD Maria.

Bima, Bimakini.- Ada yang menarik dari pemilihan anggota Badan Permusyaratan Desa (BPD) Maria Kecamatan Wawo 1-4 September. Calon yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), ternyata “dicuekin” warga dan mereka gagal menjadi anggota BPD di desa yang bersatus ibu kota Kecamatan Wawo ini.

Ketua Panitia Pemilihan anggota BPD Maria, Zulkifli, S.Pd, mengatakan, pelaksanaan pemilihan berlangsung aman, tertib, dan  demokratis. Masyarakat sudah dewasa dalam berdemokratis dan bebas memilih calon mana yang layak menjadi wakil mereka untuk duduk di kursi BPD. Bahkan, tak terpengaruh dengan janji manis yang disampaikan para calon.

Oleh karena itu, katanya, anggota BPD yang lama dan calon yang berstatus PNS juga ternyata tidak ada yang lolos. Padahal ada tiga calon dari PNS yang berkontertasi pada pemilihan BPD Maria gagal meraih suarat terbanyak dan satu diantaranya adalah keterwakilan gender, tetapi suara mereka sangat minim dibandingkan dengan yang lolos.

“Ini realitas yang perlu dicermati bahwa dalam pemilihan yang demokratis, masyarakat tidak melihat status seseorang, tetapi duta yang ingin mereka tampilkan adalah yang dapat membawa aspirasi warga untuk diperjuangan di tingkat desa,” ujarnya di kantor Desa Maria, Jumat (6/9).

Anggota BPD Maria yang terpilih, kata dia, sebanyak sembilan orang satu diantaranya adalah wakil jender yang dipilih khusus oleh kaum perempuan dan hanya ada dua calon. Untuk Dapil I Dusun Panggalasa dari tujuh calon terpilih Abdul Zakir dan Budiman. Dapil II Dusun Maria dari enam calon yang terpilih, Marwan dan Abdul Hakim. Dapil III Dusun Temba Mbojo dari empat calon terpilih Hermansyan dan Mahmudin, sedangkan Dapil IV Dusun Foo Mboto dari enam calon terpilih, Anton, S.Kep dan Sukardin, sedangkan wakil jender adalah Samusia.

Kepala SDN Inpres Riamau ini bersyukur pada pemilihan kali ini dilakukan secara terbuka dan demokratis, berbeda dari tahun sebelumnya berdasarkan musyawarah dan mufakat. Ada yang menyarankan agar dilakukan secara musyawarah dan mufakat, tetapi masyarakat menginginkan ada pemilihan secara demokratis oleh warga yang berhak memberikan hak suara. “Kita berharap agar anggota BPD yang terpilih dan dilantik nanti dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kita juga berharap agar lebih baik dari sebelumnya,” katanya. (NAS)

Share
  • 348
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top