Pemerintahan

Fraksi Golkar Sebut Kemiskinan di Kabupaten Bima Masih Besar

Ketua Fraksi Golkar, Ir  Suryadin

Bima, Bimakini.- Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Bima masih besar. Padahal, angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018 menurun.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Golkar, Ir  Suryadin, saat pandangan umum  Fraksi pada Paripurna DPRD Kabupaten Bima tentang APBD Perubahan 2019, Jumat (6/9).

Diharapkannya, Pemerintah Kabupaten Bima dapat mengatensi ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar angka kemiskinan menurun.

Sorotan akan angka kemiskinan juga disampaikan oleh Fraksi Partai Gerindra, Partai Hanura. Jika kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan, maka akan berdampak pada Pendapatan Domestik Bruto (PDRB).

F-PAN misalnya, menanyakan angka pasti dan berapa persen kenaikan serta penurunan di tahun 2018 ini. Karena, dalam pandangan mereka angka kemiskinan sama sekali tidak turun dan tetap dalam angka fluktuatif.

“Angka kemiskinan tidak turun dan tidak sesuai dengan fakta serta kenyataan yang ada sekarang,” sentilnya.

Karena kata fraksi yang memiliki fraksi utuh dengan membobol 7 anggota dewan terbanyak di tahun peride tahun 2014 hingga tahun 2019 ini, eksekutif harus benar-benar konsen dalam merentaskan angka kemiskinan selama ini.

“Buktinya sampai sekarang masih stagnan saja kok. Pendapatan masyarakat apakah naik? Pertumbuhan ekonomi masyarakat apakah naik juga? Itu yang dilihat,” tambah Ketua Fraksi PAN, M Aminurllah SE usai rapat kepada Bima Ekspres kemarin.

Seharusnya sesal pria yang digadang-gadang menjadi Bakal Calon Bupati Bima itu, pemerintah atau eksekutif harus konsen dan membuktikan jika angka kemiskinan di kabupaten Bima benar-benar turun. Terlebih kini Kabupaten Bima sudah terbesar dari daerah ketertinggalan dan kerentasan kemiskinan.

Tidak hanya Fraksi PAN, Fraksi Partai Golongan Karya yang nota bene merupakan partai sang Bupati Bupati, jua menyentil menurunnya angka kemiskinan yang diklaim bupati turun dari tahun ke tahun tersebut.

“Meskipun angka kemiskinan di NTB menurun, tidak demikian dengan di Bima yang masih tinggi,” kata Fraksi Golkar melalui Suryadin yang membacakan dalam rapat paripurna Jumat kemarin.

Pernyataan kontras Golkar ini juga dipersoalkan oleh Fraksi PAN karena dalam laporan eksekutif angka kemiskinan di Kabupaten Bima terus menurun.

Seperti diketahui pada tahun 2016 angka kemiskinan di Kabupaten Bima berada pada kisaran 15,3 persen, menjadi 15,10 persen pada tahun 2017 dan di tahun 2018 menjadi 14,84 persen. (IKR)

Share
  • 153
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top