Politik

IDP: Siapapun Bisa Jadi Pendamping Saya

Hj Indah Dhamayanti Putri, SE

Bima, Bimakini.- Meskipun Pemilukada Kabupaten Bima masih kurang lebih setahun lagi, namun aromanya terus merebak luas. Bahkan berbagai isu sudah ramai digaungkan, terlebih Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, SE  (IPD) yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Bima, digadang-gadang menjadi calon kuat pada Pemilukada 2020 mendatang.

Teka-teki siapa yang akan mendampingi wanita cantik kelahiran 1981 silam tersebut ramai diperbincangkan. Apakah akan kembali berpasangan dengan Drs Dahlan HM Noer  atau figur lainnya.

“Siapa saja boleh kok. Apakah itu dari partai atau apa, ya saya akan terima. Saya juga tidak boleh terburu-buru. Semua yang disebut itu semua baik kok,” ujar wanita yang akrab disapa Dae Dinda, Kamis (12/9).

Bagi istri mendiang Ferry Zulkarnain tersebut, tidaklah sulit untuk memilih dan memilah wakil yang akan mendampingi dalam menakhodai Kabupaten Bima lima tahun kedepan. Apalagi ia berada dalam partai besar, yakni Partai Golongan Karya.

Yang jelas kata IDP, kriteria yang ia pasang untuk menjadi wakilnya nanti adalah sosok yang memiliki kinerja baik.

“Karena saya orang partai pastilah yang berperan penting adalah partai saya. Sekali lagi mau ketua partai apapun dan siapapun, boleh saja,” tegasnya dengan senyuman khasnya kepada wartawan saat menghadiri rapat paripurna di DPRD Kabupaten Bima Kamis.

Hanya saja akunya, dia tidak ingin sesumbar dan buru-buru menyebutkan siapa yang akan final menjadi pendampingnya nanti, lantaran ia sangat menghargai pasangannya kini, Drs Dahlan HM Noer.

“Saya harus menghargai, lebih-lebih ke pak wakil ini. Sekali lagi karena saya orang partai ya akan menyerahkan ke partai saya,” ungkapnya sambil menutup pembicaraan.

Untuk membahas teka-teki wakil serta persiapan menjelang Pemilukada Kabupaten Bima inipun, pekan ini bebernya rencananya dirinya akan dipanggil DPP Partai Golkar. “InsyaAllah Sabtu ini saya dan semuanya akan dipanggil,” bebernya.

Toh kembali diisyaratkan, dari sekian nama yang mencuat serta yang ada dilembaga DPRD Kabupaten Bima, diakuinya tidak menutup kemungkinan untuk menjadi pendampingnya. Namun poin yang tegas disampaikan IDP, semua berpeluang tergantung komunikasi lintas partai saja.

Ditegaskan Dae Dinda pula, hingga kini ia tidak ingin mendahului keputusan partai soal siapa nama figur pendamping. Apalagi masih bekerja menyelesaikan amanat rakyat untuk lima tahun periode kepemimpinannya bersama H Dahlan M Noer. “Karena tidak elok sekali rasanya menyebutkan siapa calon pendamping saya, semasa saya menyelesaikan tugas yang masih dipikul ini,”  tutupnya dengan nada diplomatis. (IKR)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 86
    Shares
To Top