Politik

Kala Kaum “Milenial” jadi Legislator (1);  Termuda dan Newcomer di Dunia Politik, Tetap Perjuangankan Hak Rakyat

Anggota DPRD Kota Bima, Yogi Pratama Putra

Kota Bima, Bimakini.- Sejumlah anggota dewan terpilih periode 2019 – 2024, terdapat beberapa anak muda atau kaum milenial yang menghiasi rumah rakyat selama lima tahun kedepan. Meskipun usianya tergolong cukup muda, kiprah mereka nantinya enggan disepelekan, bahkan mengaku bakal bersaing ketat dengan para anggota dewan “senior” mereka untuk memperjuangkan suara rakyat mereka masing-masing.

Salah satu anggota dewan terpilih yang dikukuhkan di Gedung Paruga Na’e Selasa kemarin, adalah Yogi Pratama Putra. Ya, meski tercatat sebagai politisi muda, jejaka lulusan Universitas Brawijaya ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pria kelahiran 28 September 1995 silam ini mengaku akan berjuang sekuat mungkin dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, terlebih warga di daerah pemilihannya yang mampu mengantarkannya ke kursi empuk yang paling banyak diburu orang tersebut.

“Khususnya di Kelurahan Tanjung, karena disana saya mendapatkan suara terbanyak InsyaAllah saya akan berbuat banyak sesuai apa yang mereka inginkan selama ini,” ucapnya dengan slenge’an menjawab pertanyaan wartawan Selasa (24/9) kemarin.

Beberapa aspirasi warga yang ditampungnya selama ia bersilaturahmi saat kampanye dulu katanya, mulai dari perbaikan jalan besar hingga gang-gang kecil yang selama ini rusak parah. “Bahkan ada yang sampai kecelakaan akibat kerusakan jalan ini,” tegas sarjana ekonomi tersebut.

Nah, bagaimana perjuangannya dalam memperjuangkan suara kaum Milenial? Yogi mengaku tidak terlalu spesifik memperjuangkan suara kaum muda ini. Melainkan berbagai kalangan, yakni dari anak muda hingga yang tua.

“Pemilih saya kemarin tercatat banyakan emak-emak. Yang tua dan anak muda. Jadi saya ga boleh egois juga. Semua kalangan,” tuturnya bijaknya di kediamannya bilangan Kelurahan Santi Kota Bima kemarin.

Aksinya ini semata-mata dilatarbelakangi, mengingat kata Yogi sudah beberapa tahun belakangan ini tidak ada keterwakilan dari warga Tanjung. Terlebih suara warga disana, kebanyakan mengaku meminta untuk penerang jalan dan lainnya.

Meski demikian, Yogi juga mengaku akan berjuang juga untuk kaum milenial atau anak muda. Ia berjanji akan lebih banyak mendukung kegiatan seperti olahraga serta memberikan sarana dan prasarananya.

Sementara terkait wilayah Tanjung yang selama ini dikenal dengan daerah “panas” hingga terkenal dengan sebut istilah “lasvegas”-nya Kota Bima, Yogi mengaku optimis bisa merubah “label” tersebut.

“Itu bisa diarahkan kok, mereka hanya butuh aktifitas yang lebih banyak atau disibukkan. Mulai dari yang saya sebutkan tadi, event olahraga, bengkel dan lain-lain. Intinya beri mereka kegiatan maka yakin saya akan berkurang kok,” urai putra dari pengusaha Syarifuddin dan Cucu Rokayah tersebut.

Rencana lain dibeberkan Yogi untuk wilayah kota Bima umumnya adalah penyediaan lapangan pekerjaan bagi warga kota Bima, juga walkhusus untuk para sarjana muda atau sasarannya kaum Milenial.

“Di Kota Bima ini juga kan kurangnya lapangan pekerjaan, program pemerintah yang akan mengucurkan 12,5 Miliar, semoga nanti tersalurkan dengan baik,” urai anak muda yang berhasil lulus dengan IPK tinggi tersebut.

Yogi mengaku, meskipun dunia politik bukanlah cita-citanya sejak kecil, ia mengaku bersyukur bisa berada dalam dunia ini. Karena cita-citanya untuk menjadi pengusaha untuk membantu orang, malah bisa lebih berbuat banyak.

“Dan ternyata di bidang politik skup nya lebih luas dan akan menyasar banyak orang. Bersyukur lah dan semoga bisa berguna bagi banyak orang,” ucapnya dengan nada santai kepada wartawan kemarin.

Kedepan juga katanya, dia akan lebih intens melakukan silaturahmi kepada masyarakat khususnya dapilnya, sama seperti saat ia melakukan kampanye. “Silahkan tanya ke masyarakat, saya adalah salah satu Caleg yang tidak memberikan janji dan obral visi-misi,” tegasnya?

Dan bagaimanakah cara Yogi melegislasi eksekutif, sementara ia sangat dikenal “dekat” dengan Wali Wali Kota Bima, Feri Sofyan SH?   (Ikra Hardiansyah/Bersambung)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 122
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top