Peristiwa

Penampilan Finalis MTQ Kota Bima Memukau Penonton

Penonton saat final MTQ Kota Bima.

Kota Bima, Bimakini.- Penampilan Finalis qari dan qariah cabang tilawah golongan remaja dan dewasa pada Mushabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Bima 2019 di halaman masid agung Al Muwahiddin Kota Bima, Selasa (10/9) malam, memukau ratusan pendengar yang memadati arena MTQ. Suara menyebut asma Allah menggema pada setiap ayat yang dibaca. Apalagi jika penampilan qari dan qariah dengan lagu dan variasi yang memukau.

Anggota Seksi Mushabaqah, Nur Iryanti, S.Pd, mengatakan, para finalis cabang tilawah golongan remaja qari adalah Farhan (304) dari Kecamatan Rasanae Barat, Miftahul Huda (308) Asakota, dan Dimas (309) Kecamatan Raba. Qariah Fatimah (309) Kecamatan Raba, Ega Lita Ratnasari (303) Asakota, dan Salfa Anggelia (305) Rasanae Barat. Sementara finalis golongan dewasa qari, Wahyudin Abdullah (Kecamatan Raba), Mukhlis (Asakota), dan Syarifuddin (Mpunda). Qariah,  Nining Kurniati (Asakota), Sri Yulianti (Raba), Rahmawati (Mpunda).

Saat tampil, katanya,para finalis hanya diberi kesempatan untuk melihat maqra yang diundi selama 10 menit.

Namun bisa didampingin pembina sebelum naik mimbar. Lain halnya dengan dewasa masih diberikan kesempatan lebih luas dibandingkan dengan remaja. “Itulah aturan baru dari LPTQ Nasional dan berlaku untuk seluruh tingkatan Provinsi dan Kota Kabupaten di seluruh Indonesia,” ujarnya di arena MTQ tadi malam.

Untuk finalis golongan anak-anak dan tartil sudah dilakukan Selasa pagi. Demikian juga cabang tahfiz, syarhil, fahmil, dan lainnya.

Banyak pejabat yang hadir khusus untuk menyaksikan penampilan para finalis. Terutama para Camat yang memiliki duta yang tampil sebagai finalis. Bukan ratusan yang menyaksikan tetapi ribuan kursi yang disiapkan tidak mampu memenuhi jumlah warga yang hadur. Padahal empat lokal tenda besar tetapi banyak yang berdiri hingga di jalan raya. (NAS)

Share
  • 15
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top