Peristiwa

Penetapan Nama Calon Kades Talabiu Dipertanyakan Warga

Suasana protes yang dilakukan oleh warga Talabiu.

Bima, Bimakini.- Sejumlah  warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, melakukan  protes di Kantor Desa setempat, Rabu (11/9). Mereka menuntut panitia Pilkades untuk transparan dan terbuka dalam penetapan nama Calon Kepala Desa yang lulus. Mereka  menduga  ada indikasi penyimpangan dalam penepatan.

“Aksi spontan sejumlah masyarakat ini, meminta transparansi panitia dalam penetapan nama Calon Kades yang lolos, sebab tidak ada sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat,” jelas salah seorang warga, Arif Munandar.

Kata dia, sejumlah  warga mendatangi Kantor Desa, meminta panitia berikan penjelasan terkait penetapan nama calon kelapa Desa. Sebab tidak ada informasi yang diterima masyarakat terkait penetapan dari sejumlah bakal calon yang ada.

“Penetapan nama calon Kades tidak ada yang mengetahui oleh masyarakat, makanya kami pertanyakan seperti apa penilaian dan panitia wajib memberikan penjelasan seperti apa prosesnya,” katanya.

Saat sejumlah masyarakat hadir di Kantor Desa, tidak ada satupun panitia Pilkades menerima mereka. Situasi pun memanas, Plt Kades, Camat dan Kapolsek Woha hadir di lokasi untuk memberikan pencerahan.

Ketua Panitia, Yusuf Hasan dan anggotanya dinilai tidak ada niat baik memberikan penjelasan terkait penetapan nama calon Kepala Desa. Masyarakat tetap akan menuntut panitia untuk mengklarifikasi.

Bakal calon kepala Desa berjumlah 7 orang diantaranya Mustimin Ikraman, Nasruddin h. Mahmud, Suryadin, S. Pd, Ahmad dan Ahmad H. Usman, M Jafar Ibrahim dan Gunawan M. Amin.

“Dua nama tidak ditetapkan lulus menjadi calon antaranya mantan Kades M Jafar Ibrahim dan Gunawan M. Amin, kami pertanyakan seperti apa proses penilaian sehingga tidak diluluskan,” kata Arif.

Camat Woha Irfan Dj, SH, saat mencoba menenangkan masyarakat di Kantor Desa, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi ke Pemdes terlait keputusan panitia dalam menetapkan nama.  “Saya minta masyarakat masalah ini akan dikoordinasikan ke Pemdes, namum ditolak, sehingga kami tidak bisa berbuat apa untuk memutuskan,” katanya.

Irfan juga mengaku, pihaknya belum mengetahui seperti apa proses penilaian sehingga panitia tidak meluluskan dua orang bakal calon.  “Kami minta masyarakat untuk bersabar dan tidak melakukan tindakan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Pantauan BimaEkspres,  sejumlah masa membakar ban bekas di halaman kantor desa. Bahkan ada beberapa yang melempar kaca menggunakan batu. (MAN)

Share
  • 2
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top