NTB

Pertanian Pola Irigasi Tetes, Terobosan Baru Mewujudkan NTB Gemilang

Mataram, Bimakini.- Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah pemerintahan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, terus mengeluarkan terobosan-terobosan baru untuk mewujudkan NTB Gemilang. Salah satu terobosan yang baru dikeluarkan, yaitu bertani dengan menggunakan sistem irigasi tetes.

“Alhamdulillah, hari ini tepat setahun pemerintahan Zul-Rohmi, kita sudah canangkan industrialisasi di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi drip irigation. Ini pertanian industri 4.0 karena menggunakan artificial intelligent. Panen yang semula hanya sekali dapat dilipatgandakan menjadi tiga kali. Produksinya pun dapat ditingkatkan 20%, sehingga tidak ada lagi alasan lahan kering tidak bisa ditanami. Mari kita kawal bersama,” ajak Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada acara Pencanangan Industrialisasi Pertanian NTB, Kamis (19/9/2019 ), di Dusun Batu Keruk Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Wagub menyebutkan, penggunaan teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas khususnya dalam bidang pertanian harus digunakan. Terlebih dalam hal mendukung industrialisasi di bidang pertanian.

“Dengan penerapan teknologi yang tepat, kita akan bisa meningkatkan produktivitas pertanian baik melalui intensifikasi ataupun ekstensifikasi pertanian,” jelasnya.

Apa yang kita lakukan hari ini, lanjut Umi Rohmi, merupakan impian sejak sekian tahun lalu yang terwujud pada hari ini. “Dengan penggunaan drip irigation atau sistem irigasi tetes yang kita mulai hari ini, maka kita akan lebih banyak dapat memanfaatkan lahan-lahan kering yang ada untuk menambah hasil pertanian di NTB,” ucapnya.

Industrialisasi yang diprogramkan di NTB, sambung Wagub, pada intinya ditujukan untuk memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas unggulan NTB.

“Selain kita meningkatkan jumlah produksi, kita juga memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas pertanian kita sehingga kita tidak lagi menjual dalam bentuk mentahan saja tetapi juga dalam bentuk produk setengah jadi ataupun produk jadi yang dapat dikonsumsi langsung,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian NTB Ir. Husnul Fauzi mengungkapkan bahwa pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pertama pencanangan industrialisasi pertanian ini untuk membantu pemulihan Lombok Utara pasca gempa dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di lahan kering.

“Dengan penggunaan sistem irigasi tetes ini, maka petani yang tadinya hanya bisa panen sekali setahun menjadi tiga kali setahun,” jelasnya.

Selain melibatkan petani, sambung Husnul, pemerintah juga melibatkan pihak swasta untuk membantu menyukseskan industrialisasi pertanian ini.

“Dari pihak swasta nantinya akan memberikan pendampingan kepada petani untuk penggunaan sistem irigasi tetes ini sekaligus menampung hasil pertanian petani,” sebutnya. PUR

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 5
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top